Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Gaji Rp8 Juta Bisa KPR Subsidi Siapa Untung
- AS Buka Keran Minyak Iran Dunia Gempar Ada Apa
- Revolusi Kredit UMKM Maman Umumkan Bunga 8 Persen
- Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Ini Caranya
- Prabowo Bikin Kejutan Anggaran Desa Meroket
- Beli Obligasi Ini Kebal Hukum Pajak dan Pidana
- Mendag Desak Horeka Serap Telur Ayam Peternak
- Sosok The Maestro Tutup Usia 100 Tahun
Penulis: Putrawan Dian
kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.
Faktual News Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari pasar modal Indonesia. The Vanguard Group, raksasa investasi asal Amerika Serikat, dikabarkan tengah membidik saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA). Langkah ini dilakukan melalui mitra regional, yang diduga kuat adalah dua perusahaan properti terkemuka asal Jepang. Analis pasar modal, Rendy Yefta, mengungkapkan bahwa ketertarikan Vanguard pada DADA bukan tanpa alasan. Vanguard dikenal memiliki tim analis global yang mumpuni dalam membaca arah kebijakan ekonomi suatu negara. Mereka melihat potensi besar di Indonesia, terutama dengan rencana pemerintah baru untuk mengalirkan dana Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke sektor riil melalui bank-bank pemerintah. Gambar…
Faktual News Perdagangan saham sesi pertama hari ini (25/9) menyajikan kejutan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat perkasa, justru ditutup melemah di angka 8.075,77. Penurunan sebesar 0,62 persen ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan posisi pembukaan di angka 8.126,55. Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan total nilai transaksi mencapai Rp14,64 triliun, melibatkan 34,83 miliar saham yang diperdagangkan melalui 1,70 juta kali transaksi. Namun, di balik penurunan IHSG, terdapat dinamika yang menarik. Sebanyak 431 saham mengalami koreksi, sementara 229 saham lainnya menguat, dan 138 saham stagnan. Pelemahan sektoral cukup dominan, dengan sektor bahan baku memimpin penurunan hingga 2,52 persen, disusul transportasi…
Faktual News PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus melebarkan sayapnya di kancah internasional. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Kazakhstan Central Securities Depository (KCSD) di Almaty, Kazakhstan, pada 23 September 2025. Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, dan Chairman of KCSD, Yedil Medeu, secara resmi mengikat kerjasama ini. Kemitraan ini merupakan kerja sama internasional KSEI yang ke-11, menunjukkan komitmen perusahaan dalam membangun jaringan global yang kuat. Samsul Hidayat menjelaskan bahwa MoU ini merupakan bukti nyata pentingnya kolaborasi internasional untuk mendorong inovasi dan pengembangan infrastruktur pasar modal yang lebih handal dan kompetitif. "Kerja sama ini diharapkan dapat…
Faktual News melaporkan, pasar saham Indonesia kembali dibanjiri dana asing! Selasa kemarin, 23 September 2025, tercatat net foreign buy mencapai Rp451,06 miliar. Kehadiran investor asing ini terutama terkonsentrasi di sektor keuangan dan bahan baku, memberikan suntikan semangat bagi IHSG yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di angka 8.125,20, naik 1,06 persen dari penutupan sebelumnya. Meskipun demikian, net foreign sell secara year to date (ytd) masih tercatat defisit Rp44,30 triliun. Philip Sekuritas Indonesia mencatat lima saham menjadi primadona bagi investor asing. Sayangnya, identitas kelima saham tersebut tidak diungkapkan dalam rilis berita ini. Namun, pergerakan positif ini menunjukkan kepercayaan investor asing…
Faktual News Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan sejarah pada Selasa, 23 September 2025. IHSG berhasil mencapai level tertinggi sepanjang masa (ATH) baru di angka 8.125,20, melonjak 1,06 persen dari penutupan sebelumnya di 8.040,03. Kenaikan signifikan ini didorong oleh beberapa sentimen positif yang saling menguatkan. Pilarmas Investindo, dalam rilis Closing Review-nya, mengungkapkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed sebagai salah satu katalis utama. Optimisme terhadap peningkatan laba bersih perusahaan di kuartal IV 2025 juga turut memberikan kontribusi signifikan. Lebih lanjut, persetujuan DPR terhadap usulan anggaran pemerintah tahun 2026, yang menetapkan defisit fiskal 2,68 persen dari PDB, semakin memperkuat sentimen…
Faktual News PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan kabar gembira terkait penawaran umum perdana saham (IPO) PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang baru saja rampung. Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme investor yang luar biasa. Lebih dari 406 ribu investor dari 24 negara turut berpartisipasi dalam IPO EMAS, mencatatkan rekor baru sejak sistem e-IPO diluncurkan oleh BEI. Ini merupakan sinyal positif bagi pasar modal Indonesia dan daya tarik investasi di Tanah Air. Nyoman menambahkan, partisipasi investor global ini menunjukkan kepercayaan terhadap komitmen EMAS terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), menjamin keselamatan kerja, kesejahteraan…
Faktual News PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), baru saja mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, perjalanan EMAS sejak beroperasi awal 2022 hingga kini menyimpan misteri: mengapa perusahaan ini belum mencetak laba? Direktur EMAS, Albert Saputro, mengungkap kunci teka-teki tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, 23 September 2025. Ia menjelaskan bahwa Proyek Emas Pani (Pani Gold Project), yang masih dalam tahap pengembangan intensif, menjadi biang keladinya. "Semua aset baru selesai diakuisisi dari MDKA di akhir 2021. Sejak 2022 hingga sekarang, fokus kami tertuju pada proses drilling dan pengembangan. Kita hampir…
Faktual News mengawali hari ini dengan kabar gembira bagi para investor. Pada pembukaan perdagangan Senin, 22 September 2025, pukul 09.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat ke zona hijau, menyentuh angka 8.085,08. Kenaikan ini cukup signifikan, mencapai 0,42 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 8.051,11. Aktivitas perdagangan pun terbilang ramai, dengan volume transaksi mencapai Rp284,99 miliar dari 585,51 juta saham yang diperdagangkan, melalui 40 ribu kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 318 saham menunjukan penguatan, sementara 57 saham terkoreksi dan 252 saham stagnan. Analisis dari Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan tren positif ini akan…
Faktual News Mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin, 22 September 2025, menutup perdagangan dengan sedikit penurunan. Meskipun demikian, pergerakan ini menyimpan cerita menarik yang perlu diulas lebih dalam. IHSG berakhir di level 8.040,03, mengalami koreksi tipis 0,14 persen dari posisi penutupan sebelumnya di angka 8.051,11. Data dari RTI Business menunjukkan dinamika yang cukup menarik. Sebanyak 297 saham mengalami koreksi, namun angka ini diimbangi oleh 371 saham yang justru menguat. Sisanya, 132 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 39,79 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,31 juta kali, menghasilkan nilai transaksi yang cukup signifikan, yaitu Rp23,08 triliun. Gambar Istimewa…
Faktual News mencatat IHSG pada penutupan perdagangan Jumat, 19 September 2025, berhasil menanjak ke angka 8.051,11, atau meningkat 0,53 persen dari posisi sebelumnya di 8.008,43. Tren positif ini juga terlihat pada indeks domestik lainnya; IDX30 naik 0,43 persen ke 422,56, LQ45 menguat tipis 0,08 persen menjadi 809,98, Sri-Kehati meningkat 0,63 persen ke 373,23, dan JII terdongkrak 0,83 persen hingga mencapai 546,29. Namun, di tengah euforia penguatan pasar, terdapat kejutan yang cukup menarik perhatian. Indeks INFOBANK15, yang melacak performa 15 emiten perbankan dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi, justru mengalami penurunan. Indeks ini tercatat melemah 0,26 persen, parkir di angka 1.032,62.…

