Penulis: Putrawan Dian

Putrawan Dian

kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

Faktual News Jakarta – PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE), atau Homeco Living, membidik target pendapatan ambisius sebesar Rp280 miliar pada akhir tahun 2025. Optimisme ini didorong oleh strategi fokus pada pasar business-to-business (B2B) dan serangkaian inisiatif strategis lainnya. Direktur Utama Homeco Living, Ellies Kiswoto, menegaskan bahwa segmen B2B akan menjadi mesin utama pendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan. "Kami optimis pendapatan kami bisa mencapai sekitar Rp280 miliar hingga akhir tahun, dengan fokus utama pada segmen B2B," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/10/2025). Gambar Istimewa : homeco.co.id Salah satu langkah konkret untuk mencapai target tersebut adalah melalui partisipasi aktif dalam…

Read More

Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang cukup menggembirakan pada penutupan sesi I perdagangan hari ini (1/10). IHSG berhasil menguat tipis ke level 8.062,07, naik dari posisi sebelumnya di 8.061,06 atau setara dengan penguatan sebesar 0,01 persen. Pergerakan pasar yang dinamis ini tercermin dari data yang dirilis RTI Business, di mana volume perdagangan mencapai 36,29 miliar saham. Aktivitas transaksi juga cukup tinggi dengan frekuensi perpindahan tangan mencapai 1,66 juta kali, menghasilkan nilai transaksi total sebesar Rp12,37 triliun. Gambar Istimewa : data:image Secara lebih detail, terdapat 292 saham yang mengalami koreksi harga, sementara 353 saham justru…

Read More

Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari Selasa, 30 September 2025, dengan catatan kurang menggembirakan. Indeks terpantau melemah dan parkir di zona merah pada level 8.061,06. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,77 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 8.123,24. Data dari RTI Business menunjukkan bahwa tekanan jual mendominasi pergerakan pasar hari ini. Sebanyak 396 saham mengalami koreksi harga, berbanding terbalik dengan 280 saham yang berhasil mencatatkan penguatan. Sementara itu, 122 saham lainnya stagnan atau tidak mengalami perubahan harga. Gambar Istimewa : foto.kontan.co.id Aktivitas perdagangan hari ini cukup ramai dengan volume mencapai 57,22 miliar saham. Frekuensi…

Read More

Faktual News Jakarta – Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) pada tahun 2026 diperkirakan akan mengalami penurunan. Hal ini diungkapkan oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), yang melihat adanya perubahan signifikan dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Salvian Fernando, perwakilan PHEI, menjelaskan bahwa proyeksi penurunan ini didorong oleh ekspektasi peningkatan pendapatan negara. "Dengan pendapatan negara yang diprediksi naik, kebutuhan pembiayaan melalui SBN akan berkurang. Ini berdampak pada permintaan obligasi pemerintah," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (30/9/2025). Gambar Istimewa : rec.id PHEI juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank BUMN.…

Read More

Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Selasa, 30 September 2025. Indeks terpantau melemah ke level 8.096,31, atau turun sebesar 0,33% dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di posisi 8.123,24. Pergerakan saham diwarnai oleh aktivitas perdagangan yang cukup tinggi. Data dari RTI Business mencatat sebanyak 35,50 miliar saham berpindah tangan dalam 1,58 juta transaksi, dengan nilai mencapai Rp17,01 triliun. Sentimen pasar cenderung negatif dengan lebih banyak saham yang mengalami penurunan harga. Tercatat 330 saham terkoreksi, sementara 294 saham menguat, dan 172 saham stagnan. Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id Secara sektoral, mayoritas…

Read More

Faktual News Jakarta – PT Mandiri Sekuritas kembali mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk menjadi mitra distribusi Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI028. Penunjukan ini menegaskan posisi Mandiri Sekuritas sebagai salah satu pemain utama dalam pasar Surat Berharga Negara (SBN) di Indonesia. ORI028 hadir dengan dua pilihan tenor investasi yang menarik, yaitu ORI028-T3 dengan jangka waktu 3 tahun dan ORI028-T6 dengan jangka waktu 6 tahun. Pemerintah menawarkan kupon tetap yang cukup kompetitif, yakni 5,35% per tahun untuk ORI028-T3 dan 5,65% per tahun untuk ORI028-T6. Gambar Istimewa : duwitmu.com Investasi pada ORI028 sangat terjangkau, dimulai dari Rp1 juta. Investor dapat berinvestasi hingga…

Read More

Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum positif pada perdagangan Senin, 29 September 2025, dengan ditutup menguat 0,30 persen ke level 8.123,24. Kinerja solid ini menunjukkan optimisme pasar di tengah dinamika sektoral yang beragam. Data dari RTI Business mencatat, sebanyak 392 saham berhasil membukukan kenaikan, melampaui jumlah saham yang terkoreksi sebanyak 289. Aktivitas perdagangan juga cukup tinggi, dengan total nilai transaksi mencapai Rp24,06 triliun, melibatkan 50,45 miliar lembar saham dalam 2,66 juta kali transaksi. Gambar Istimewa : img.inews.co.id Meskipun demikian, tidak semua indeks mengalami nasib serupa. IDX30, LQ45, dan Sri-Kehati tercatat mengalami penurunan tipis. Sebaliknya,…

Read More

Faktual News Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan melakukan suspensi perdagangan saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) di seluruh pasar, efektif mulai sesi pra-pembukaan pada Senin, 29 September 2025. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap rencana penggabungan usaha (merger) antara MFIN dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF). BEI menjelaskan bahwa suspensi ini dilakukan karena merger tersebut akan mengakibatkan saham MFIN tidak lagi tercatat di bursa. "Mengingat Perseroan akan melakukan tindakan korporasi berupa penggabungan usaha yang akan mengakibatkan saham Perseroan menjadi tidak tercatat di Bursa, maka Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek saham…

Read More

Faktual News Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan sinyal kurang menggembirakan di awal perdagangan hari ini, Jumat (26/9/2025). Mata uang Garuda dibuka pada level Rp16.770 per dolar AS, terdepresiasi 0,13% dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di angka Rp16.749 per dolar AS. Analis pasar uang, Lukman Leong, memprediksi bahwa tren pelemahan rupiah masih akan berlanjut terhadap dolar AS yang sedang dalam momentum penguatan. Faktor utama yang mendorong penguatan mata uang Paman Sam ini adalah revisi positif pada data Produk Domestik Bruto (PDB) AS. Gambar Istimewa : data:image "Rupiah diperkirakan akan terus melemah terhadap dolar AS yang kembali perkasa setelah…

Read More

Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan hari ini dengan catatan positif. Pada pukul 09:00 WIB, IHSG dibuka menguat ke level 8.057,48, naik signifikan dari posisi sebelumnya di 8.040,66 atau setara dengan kenaikan 0,21 persen. Data dari RTI Business menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup ramai di awal sesi ini. Sebanyak 431,64 juta saham berpindah tangan dalam 45 ribu kali transaksi, dengan nilai transaksi mencapai Rp389,82 miliar. Gambar Istimewa : data:image Pergerakan saham diwarnai dengan dinamika yang beragam. Tercatat 251 saham mengalami kenaikan harga, sementara 77 saham terkoreksi. Sebanyak 259 saham lainnya stagnan atau tidak mengalami perubahan…

Read More