Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Triliunan Rupiah Lenyap Prabowo Angkat Bicara
- Gaji Rp8 Juta Bisa KPR Subsidi Siapa Untung
- AS Buka Keran Minyak Iran Dunia Gempar Ada Apa
- Revolusi Kredit UMKM Maman Umumkan Bunga 8 Persen
- Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Ini Caranya
- Prabowo Bikin Kejutan Anggaran Desa Meroket
- Beli Obligasi Ini Kebal Hukum Pajak dan Pidana
- Mendag Desak Horeka Serap Telur Ayam Peternak
Penulis: Putrawan Dian
kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.
Faktual News melaporkan bahwa indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menukik tajam pada perdagangan sesi I, Selasa (9/9/2025). Penurunan signifikan sebesar 1,66 persen mengantarkan IHSG ke level 7.638,25, merosot dari posisi pembukaan di 7.766,84. Aktivitas perdagangan terbilang tinggi dengan volume transaksi mencapai 23,13 miliar saham, nilai transaksi Rp15,07 triliun, dan frekuensi mencapai 1,57 juta kali. Dominasi warna merah terlihat jelas di papan perdagangan. Sebanyak 510 saham mengalami koreksi, sementara hanya 193 saham yang menghijau dan 100 saham stagnan. Hampir seluruh sektor ikut terdampak, dengan sektor infrastruktur memimpin penurunan (-2,21%), disusul sektor keuangan (-1,77%), energi (-1,48%), teknologi (-1,42%), dan properti (-1,04%).…
Faktual News Pembukaan perdagangan hari ini (8/9) pukul 09.00 WIB disambut gembira oleh para pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 0,69 persen ke level 7.921,91, meningkat signifikan dari posisi penutupan sebelumnya di 7.867,34. Data RTI Business mencatat transaksi cukup aktif dengan volume 697,04 juta saham diperdagangkan, frekuensi 53 ribu kali, dan nilai transaksi mencapai Rp567,28 miliar. Meski demikian, pasar tetap dinamis dengan 85 saham terkoreksi, 300 saham menguat, dan 252 saham stagnan. Sebelumnya, analis dari CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi pergerakan IHSG hari ini cenderung variatif namun mengarah positif. Mereka memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran support 7.785-7.825…
Faktual News melaporkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penurunan signifikan sebesar 1,28 persen pada perdagangan Senin, 8 September 2025, mengunjungi level 7.766,84. Penurunan ini terjadi meskipun IHSG sempat menunjukkan penguatan di awal sesi perdagangan. Peristiwa ini seakan menjadi bayangan dari pengumuman reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo, yang turut menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Gerak IHSG yang cenderung negatif ini diikuti oleh pelemahan mayoritas indeks utama lainnya. IDX30 tercatat turun 2,01 persen ke level 406,40, LQ45 merosot 2,03 persen ke 783,59, Sri-Kehati melemah 2,00 persen ke 363,83, dan JII turun 0,81 persen ke…
Faktual News melaporkan, IHSG berhasil menutup sesi pertama perdagangan hari ini (8/9) dengan performa impresif. Indeks melesat ke level 7.912,94, naik 0,58 persen dari posisi penutupan sebelumnya di 7.867,34. Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume transaksi mencapai 20,13 miliar saham, terjadi 1,17 juta kali transaksi, dan nilai total transaksi mencapai Rp8,95 triliun. Kenaikan IHSG ini didorong oleh kinerja positif mayoritas sektor. Sektor bahan baku memimpin dengan kenaikan 2,34 persen, disusul sektor industri (2,24 persen), properti (0,92 persen), dan transportasi (0,71 persen). Sektor kesehatan, energi, non-siklikal, dan keuangan juga mencatatkan penguatan, meskipun dengan persentase yang lebih rendah. Sebaliknya, sektor siklikal, teknologi,…
Faktual News IHSG dibuka kurang menggembirakan pagi ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penurunan tipis, melemah 0,02 persen ke level 7.884,03 pada pukul 09.00 WIB (4/9). Meskipun demikian, aktivitas perdagangan terbilang cukup ramai. Data RTI Business mencatat volume perdagangan mencapai 481,69 juta saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 39 ribu kali dan nilai transaksi mencapai Rp364,52 miliar. Dari total saham yang diperdagangkan, 71 saham terkoreksi, 277 saham menguat, dan 237 saham stagnan. Pergerakan IHSG ini sebenarnya sudah diprediksi oleh Phintraco Sekuritas. Mereka memperkirakan fluktuasi IHSG di rentang 7.800-7.970 sepanjang hari ini. Prediksi ini didasarkan pada penguatan IHSG kemarin (3/9) yang…
Faktual News melaporkan, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa kurang menggembirakan pada perdagangan sesi I, Senin (4/9). Penurunan tipis 0,20 persen mengantarkan IHSG menutup sesi pertama di level 7.869,80, merosot dari posisi pembukaan di angka 7.885,85. Aktivitas perdagangan terbilang cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 23,43 miliar saham, diperdagangkan melalui 1,18 juta kali transaksi, dan menghasilkan nilai total Rp8,31 triliun. Meskipun demikian, pergerakan IHSG ini tidak sepenuhnya negatif. Dari total saham yang diperdagangkan, 297 saham berhasil mencatatkan penguatan, sementara 361 saham terkoreksi dan 145 saham stagnan. Kondisi ini menggambarkan dinamika pasar yang cukup fluktuatif. Gambar Istimewa : www.mikirduit.com…
Faktual News Pekan lalu, IHSG berhasil mencatatkan kinerja positif, ditutup pada level 7.867,34 atau menguat 0,47 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di angka 7.830,49. Kenaikan ini juga berdampak pada kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) yang meningkat 0,20 persen menjadi Rp14.211 triliun. Pertumbuhan ini tak lepas dari peran beberapa saham unggulan yang menjadi penopang utama. Lima saham menjadi bintang utama dalam pendorong kenaikan IHSG. Meskipun nama-nama saham tersebut tidak disebutkan secara eksplisit dalam rilis berita, namun peningkatan ini juga diiringi oleh peningkatan frekuensi transaksi harian sebesar 9,88 persen menjadi 2,08 juta kali transaksi, dan volume transaksi harian yang naik 21,09…
Faktual News Pekan lalu, IHSG berhasil mencatatkan kinerja positif, ditutup pada level 7.867,34 atau menguat 0,47 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di angka 7.830,49. Kenaikan ini juga berdampak pada kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) yang meningkat 0,20 persen menjadi Rp14.211 triliun dari Rp14.182 triliun. Pertumbuhan ini menarik perhatian, mengingat pergerakan pasar saham yang seringkali fluktuatif. Analisis faktual.news terhadap data BEI mengungkap lima saham yang menjadi penopang utama penguatan IHSG. Kelima saham ini berperan signifikan dalam mendorong indeks menuju zona hijau. Meskipun nama-nama saham tersebut tidak disebutkan secara spesifik dalam rilis berita, peningkatan ini menunjukkan adanya sentimen positif yang cukup…
Faktual News Menjelang libur panjang Maulid Nabi 2025, indeks harga saham gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang kurang menggembirakan. Pada perdagangan Kamis, 4 September 2025, IHSG menutup perdagangan di zona merah, tepatnya pada level 7.867,34. Ini berarti koreksi sebesar 0,23 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di angka 7.885,74. Data dari RTI Business mencatat pergerakan yang cukup dinamis. Sebanyak 398 saham mengalami koreksi, sementara 260 saham berhasil menguat, dan 147 saham lainnya stagnan. Volume perdagangan terbilang tinggi, dengan total saham yang diperdagangkan mencapai 39,87 miliar saham, menghasilkan frekuensi transaksi sebanyak 1,92 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp14,09 triliun. Gambar Istimewa : yefadvisor.b-cdn.net…
Faktual News melaporkan lonjakan harga emas Antam yang cukup mengejutkan hari ini, Rabu (3/9/2025). Harga emas batangan 24 karat pecahan satu gram melesat Rp26.000, mencapai angka Rp2.035.000 per gram. Kenaikan signifikan ini membawa harga emas Antam semakin mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, yakni Rp2.039.000 yang tercatat pada 24 April lalu. Selisihnya kini tinggal beberapa ribu rupiah saja! Bukan hanya harga jual, harga buyback emas Antam pun ikut terdongkrak Rp26.000, menjadi Rp1.882.000 per gram. Artinya, selisih antara harga beli dan buyback saat ini mencapai Rp153.000. Untuk pecahan lain, harga emas Antam 0,5 gram dipatok Rp1.067.500, 2 gram Rp4.010.000, 3 gram Rp5.990.000,…

