Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Terungkap! BEI Sanksi Ratusan Emiten, Laporan Keuangan Biang Kerok?
- Gawat! IHSG Anjlok Lebih 2%, Sektor Ini Malah Cuan!
- Geger Pasar Modal! OJK Sikat IPPE, Denda Total Rp10 Miliar Lebih!
- Bursa Berdarah? IHSG Turun, tapi Transaksi Malah Melonjak!
- DSSA, BRMS, AMMN Cs: Dalang di Balik Lesunya IHSG Pekan Ini?
- IHSG di Tengah Badai Geopolitik: Ancaman & Peluang Emas!
Penulis: Putrawan Dian
kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.
Faktual News melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi pertama perdagangan hari Rabu, 9 Juli 2025, dengan kinerja positif. IHSG berhasil mencapai level 6.931,77, meningkat 0,40 persen dari posisi pembukaan di angka 6.904,39. Kenaikan ini didorong oleh beberapa sentimen kunci yang menarik perhatian pelaku pasar. Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat bahwa pelaku pasar sedang mencermati perkembangan tarif terbaru dari Amerika Serikat (AS). Konfirmasi Presiden AS Donald Trump terkait tidak adanya perubahan atau perpanjangan tarif tersebut menjadi perhatian utama. Kunjungan Menteri Koordinator Perekonomian RI ke AS untuk melanjutkan negosiasi tarif dagang pasca penetapan tarif tetap 32 persen…
Faktual News Pagi ini, IHSG dibuka dengan catatan merah, merosot 0,16 persen ke level 6.889,81. Pergerakan ini cukup mengejutkan, mengingat penutupan kemarin yang menunjukkan penguatan. Data perdagangan menunjukkan transaksi kurang dari Rp200 miliar dengan volume yang relatif rendah. Kondisi ini mencerminkan sikap wait and see investor di tengah berbagai sentimen negatif yang membayangi. Analis dari Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, sebelumnya telah memprediksi potensi penurunan IHSG hingga level 6.800 jika gagal bertahan di atas 6.900. Prediksi ini ternyata cukup akurat, setidaknya untuk sementara. Ratna menunjuk pada meningkatnya ketidakpastian, khususnya terkait dengan pemberlakuan tarif baru yang akan dimulai pada 9 Juli dan…
Faktual News Membuka perdagangan Senin pagi (7/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tancap gas! Pukul 09.00 WIB, IHSG melesat ke level 6.875,32, naik 0,15 persen dari penutupan Jumat di angka 6.865,19. Data RTI Business mencatat transaksi cukup aktif dengan 170,83 juta saham diperdagangkan, frekuensi 21 ribu kali, dan nilai transaksi mencapai Rp102 miliar. Meski demikian, pasar masih menunjukkan dinamika; 104 saham terkoreksi, 194 saham menguat, dan 256 saham stagnan. Analisis Panin Sekuritas sebelumnya memproyeksikan potensi penguatan IHSG jika mampu menembus level 6.930-7.000, bahkan berpotensi rebound menuju 7.175-7.240. Namun, mereka juga mengingatkan potensi pelemahan akibat meningkatnya ketegangan perdagangan global, pelemahan…
Faktual News IHSG berhasil menutup perdagangan hari ini, Jumat, 7 Juli 2025, dengan performa yang cukup menjanjikan. Indeks melesat ke zona hijau, mencapai angka 6.900,93, meningkat 0,52 persen dari posisi pembukaan di angka 6.865,19. Kenaikan ini menunjukkan sentimen positif yang cukup kuat di pasar saham domestik. Data dari RTI Business mencatat dinamika yang menarik. Sebanyak 257 saham mengalami penguatan, sementara 306 saham terkoreksi, dan 226 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan terbilang ramai, dengan total volume transaksi mencapai 14,82 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp7,50 triliun. Frekuensi perdagangan pun tercatat sebanyak 885 ribu kali. Gambar Istimewa : haluannews.id Kenaikan IHSG…
Faktual News melaporkan, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan hari ini (7/7) dengan penurunan tipis 0,05 persen, parkir di level 6.861,71. Meskipun dibuka pada level 6.865,19, IHSG tak mampu mempertahankan momentum positifnya. Aktivitas perdagangan terbilang cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 7,96 miliar saham, 527 ribu kali transaksi, dan nilai total mencapai Rp3,56 triliun. Pergerakan IHSG hari ini menunjukkan pertarungan sengit antara saham yang menguat dan melemah. Tercatat 233 saham mengalami penguatan, sementara 321 saham lainnya terkoreksi. Sisanya, 230 saham, stagnan. Dominasi pelemahan terlihat jelas pada beberapa sektor unggulan. Sektor kesehatan memimpin penurunan dengan koreksi 0,60 persen,…
Faktual News melaporkan bahwa indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan Jumat, 4 Juli 2025, dengan penurunan. Setelah dibuka di level 6.878,05, IHSG akhirnya parkir di angka 6.863,85, mencatatkan pelemahan 0,21 persen. Aktivitas perdagangan terbilang cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 10,55 miliar saham, diperdagangkan melalui 511 ribu kali transaksi, dan nilai total transaksi mencapai Rp4,63 triliun. Meskipun terdapat 252 saham yang menguat dan 236 saham stagnan, namun mayoritas pasar saham Indonesia mengalami koreksi. Sebanyak 296 saham mengalami penurunan harga. Dominasi pelemahan ini terlihat jelas pada kinerja sektoral. Sektor transportasi menjadi yang paling terdampak, mengalami penurunan signifikan sebesar…
Faktual News Penutupan perdagangan saham di penghujung pekan ini menyajikan cerita yang cukup menarik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah, tepatnya pada angka 6.865,19. Angka ini menandai penurunan tipis 0,19% dari posisi pembukaan di 6.878,05. Meskipun terlihat minor, pergerakan ini menyimpan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan investor. Data dari faktual.news menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Sebanyak 323 saham mengalami koreksi, sementara 260 saham lainnya menguat, dan 207 saham stagnan. Volume perdagangan terbilang tinggi, mencapai 17,36 miliar saham dengan frekuensi transaksi 858 ribu kali, dan nilai transaksi mencapai Rp8,29 triliun. Ini menunjukkan aktivitas pasar yang cukup ramai,…
Faktual News memprediksi IHSG akan melanjutkan tren pelemahannya hari ini, diperkirakan berada di kisaran 6.800-6.850. Analisis teknikal dari Phintraco Sekuritas menunjukkan indikator Stochastic RSI dan MACD mengindikasikan potensi penurunan berkelanjutan, melemahnya momentum beli jangka pendek, dan peningkatan tekanan jual. Penurunan ini berlanjut dari penutupan kemarin yang mencapai 6.881,25, atau turun 0,49 persen. Beberapa faktor fundamental turut menjadi pemicu pelemahan. Realisasi APBN semester I 2025 yang meleset dari target, proyeksi perlambatan ekonomi dalam RAPBN 2026, dan ketidakpastian seputar tarif impor menjadi sentimen negatif yang menekan pasar. Situasi diperparah dengan banyaknya penawaran IPO baru-baru ini yang menarik minat investor dari pasar sekunder.…
Faktual News Mengawali perdagangan Kamis pagi (3/7/2025), harga emas batangan Antam mengalami koreksi. Setelah dua hari berturut-turut merangkak naik, harga emas Antam 24 karat pecahan satu gram hari ini turun Rp2.000, menjadi Rp1.911.000 per gram. Penurunan serupa juga terlihat pada harga buyback yang ikut anjlok Rp2.000 ke level Rp1.755.000 per gram. Selisih harga jual dan buyback kini mencapai Rp156.000. Data yang dihimpun faktual.news dari laman Logam Mulia pukul 08.40 WIB menunjukkan tren penurunan ini. Untuk pecahan 0,5 gram, emas Antam dibanderol Rp1.005.500, sementara pecahan 2 gram dan 3 gram masing-masing dihargai Rp3.762.000 dan Rp5.618.000. Pecahan 5 gram dijual seharga Rp9.330.000.…
Faktual News kembali mencatat penurunan harga emas batangan Antam pada Jumat pagi, 4 Juli 2025. Berdasarkan data dari laman Logam Mulia pukul 08.17 WIB, harga emas Antam 24 karat ukuran satu gram ambles Rp4.000, kini dibanderol Rp1.907.000. Tren penurunan juga terlihat pada harga buyback yang turun sebesar Rp4.000 menjadi Rp1.751.000 per gram. Selisih harga jual dan buyback mencapai Rp156.000. Penurunan harga ini juga berimbas pada pecahan lain. Emas Antam 0,5 gram kini dihargai Rp1.003.500, sementara ukuran 2 gram dan 3 gram masing-masing dijual Rp3.754.000 dan Rp5.606.000. Untuk ukuran 5 gram, harga emas Antam berada di angka Rp9.310.000. Semua harga tersebut…
