Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- IHSG Melonjak! Ini Saham-Saham Pemicu Cuan Anda!
- IHSG Melonjak! Ini Rahasia Sektor Pendorongnya!
- Kejutan Pagi! IHSG Anjlok 1,23%, Ada Apa di Balik Penurunan Tajam Ini?
- IHSG Siap Meroket? Ini Bocoran Saham Pilihan CGS!
- Investor Kaget! Harga Emas Antam dkk. Merosot Tajam!
- Mengejutkan! Rupiah Perkasa, Gencatan Senjata AS-Iran di Ujung Tanduk?
- IHSG Terbang Tinggi! Investor Wajib Tahu Sentimen Ini
- Debut Gemilang WBSA: Saham Langsung ARA, Cuan Mengalir!
Penulis: Putrawan Dian
kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.
Faktual News Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rekor partisipasi yang fantastis dalam ajang Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025. Gelaran yang berlangsung pada 17-18 Oktober 2025 itu sukses menyedot perhatian lebih dari 11 ribu investor yang hadir langsung, melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap pasar modal semakin membara. Jumlah pengunjung onsite mencapai 11.682 orang, melesat 51,4% dibandingkan CMSE 2024 yang mencatat 7.716 pengunjung. Gambar Istimewa : assets.dataindonesia.id "Ini adalah bukti konkret betapa besarnya minat masyarakat untuk lebih dekat dengan dunia investasi," ujar Jeffrey dalam keterangan resminya, Senin (20/10/2025).…
Faktual News Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada sesi I perdagangan hari ini, Senin, 20 Oktober 2025. IHSG ditutup melesat ke level 8.071,29, naik signifikan 1,97 persen dari posisi sebelumnya di 7.915,65. Aktivitas perdagangan terpantau ramai dengan 20,94 miliar saham berpindah tangan sebanyak 1,52 juta kali. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp13,39 triliun. Data RTI Business menunjukkan, mayoritas saham mengalami kenaikan, dengan 479 saham menguat, 223 saham terkoreksi, dan 107 saham stagnan. Gambar Istimewa : ik.trn.asia Sektor keuangan menjadi motor penggerak utama penguatan IHSG, melonjak hingga 3,66 persen. Sektor energi menyusul dengan kenaikan 1,52 persen, diikuti…
Faktual News Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan terakhir, dari tanggal 13 hingga 17 Oktober 2025, ditutup dengan catatan yang kurang menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 4,14%, merosot dari level 8.257,85 menjadi 7.915,65. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa penurunan IHSG ini juga berdampak pada kapitalisasi pasar. Nilai kapitalisasi pasar terkoreksi 5,23%, menyusut dari Rp15.560 triliun menjadi Rp14.746 triliun. Gambar Istimewa : data:image "Meskipun demikian, ada sedikit perubahan pada rata-rata nilai transaksi harian, naik 2,44% menjadi Rp27,46 triliun dari Rp28,15 triliun pada pekan sebelumnya," jelas Kautsar dalam keterangan…
Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja kurang menggembirakan selama sepekan terakhir, periode 13 hingga 17 September 2025. Indeks komposit ini merosot tajam sebesar 4,14%, menutup perdagangan di level 7.915,65, jauh di bawah posisi pembukaan pekan di angka 8.257,85. Penurunan IHSG ini turut menyeret kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terkikis 5,23%, menyusut dari Rp15.560 triliun menjadi Rp14.746 triliun. Gambar Istimewa : data:image BEI mencatat lima saham yang menjadi "biang kerok" utama penurunan IHSG selama sepekan ini. (Daftar saham akan ditambahkan setelah data tersedia). Selain itu, terjadi perubahan pada beberapa indikator perdagangan BEI. Rata-rata nilai…
Faktual News Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons positif proyeksi Chief Investment Officer Daya Anagata Nusantara (Danantara), Pandu Sjahrir, mengenai potensi rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pasar modal Indonesia yang bisa mencapai USD8 miliar per hari. Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan RNTH melalui strategi pendalaman pasar. Upaya ini dilakukan baik dari sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand). Gambar Istimewa : imgv2-1-f.scribdassets.com "Kami terus berupaya melakukan pendalaman pasar, baik dari sisi supply maupun demand. Dengan demikian, kami berharap RNTH kita akan terus meningkat," ujar Jeffrey kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (17/10/2025).…
Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada penutupan perdagangan Jumat, 17 Oktober 2025. IHSG ditutup di level 7.915,65, anjlok 2,57% dibandingkan posisi sebelumnya di 8.124,75. Pelemahan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap sejumlah sentimen negatif. Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya mengungkapkan bahwa pelemahan IHSG dipicu oleh sentimen global, terutama meningkatnya risiko kredit macet di sejumlah bank di Amerika Serikat (AS) dan kembali memanasnya tensi perdagangan antara AS dan Tiongkok. "Pasar dilanda kekhawatiran akan risiko kredit yang meluas, menyusul laporan kredit macet dari dua bank AS. Selain itu, ketegangan perdagangan AS-Tiongkok juga menjadi pemberat,"…
Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan 14,8% year-to-date (ytd) hingga 16 Oktober 2025, bahkan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa (ATH) di posisi 8.288. Kenaikan ini didorong oleh performa saham-saham konglomerasi. Namun, dinamika pasar mulai menunjukkan perubahan. Dalam dua hari terakhir, saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 mulai menunjukkan keunggulan dibandingkan saham-saham konglomerat. Analis Stockbit, Edi Chandren, menyoroti bahwa LQ45 naik 1,1% berbanding 0,7% pada IHSG, dipicu oleh aksi profit taking pada saham-saham konglomerasi. Gambar Istimewa : salamcenter.org "Dengan kenaikan harga saham-saham konglomerasi yang signifikan, investor dapat mempertimbangkan rotasi atau…
Faktual News Jakarta – Di tengah terjangan badai yang melanda pasar saham, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,57% ke level 7.915 pada penutupan perdagangan Jumat (15/10/2025), sebuah fenomena menarik terjadi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru menjadi oase hijau, satu-satunya saham bank besar yang mampu melawan arus pelemahan. Sektor finansial, yang turut merasakan dampak koreksi pasar, menyaksikan saham BBRI dan BMRI masing-masing tergerus 0,85% dan 0,98%, sementara BBNI melemah 1,3%. Namun, BBCA berhasil menutup perdagangan dengan kenaikan 2,74% ke level Rp7.500 per saham, dengan volume perdagangan mencapai 1,57 juta lot senilai Rp1,17 triliun. Gambar Istimewa :…
Faktual News Jakarta – PT RMK Energy Tbk (RMKE) baru saja menuntaskan pembangunan jalur pengangkutan batu bara (coal hauling road) yang terintegrasi dengan stasiun pemuatan di Gunung Megang, Sumatera Selatan. Investasi ini memperkuat posisi RMKE sebagai penyedia jasa logistik batu bara terpadu dari hulu hingga hilir, termasuk pengiriman melalui Pelabuhan Kramasan Musi 2. Jalur baru ini juga membuka akses ke dua tambang potensial, milik PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL) dan PT Duta Bara Utama (DBU). Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, mengungkapkan bahwa fasilitas ini telah melayani pemuatan 3,7 juta ton batu bara hingga Juni 2025. Volume ini termasuk tambahan 268…
Faktual News Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menggodok kebijakan free float saham sebagai salah satu strategi utama untuk memperkuat daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor. Kajian mendalam terkait free float dan likuiditas pasar menjadi fokus utama dalam upaya ini. Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menekankan bahwa peningkatan kepemilikan saham free float diharapkan dapat meningkatkan partisipasi investor. "Kepatuhan emiten terhadap ketentuan free float ini akan menjadi kunci terciptanya pasar yang lebih sehat dan menarik bagi investor, baik domestik maupun asing," ujarnya saat memberikan sambutan di Gedung BEI, 17 Oktober 2025. Gambar…

