faktual.news – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan bahwa kekisruhan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) wilayah Sulawesi Selatan kini telah terurai. Kondisi yang sempat memicu keresahan di Makassar itu, menurut Bahlil, sudah kembali normal dan laporan mengenai penyelesaian masalah ini telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil tidak menampik bahwa fenomena antrean mengular tersebut sebagian besar disebabkan oleh transisi penggunaan BBM. Masyarakat kini cenderung beralih dari jenis bahan bakar nonsubsidi ke BBM bersubsidi, yang secara otomatis meningkatkan permintaan di SPBU tertentu.

Namun, ia juga mengungkapkan adanya faktor lain yang lebih mencengangkan. Menurut Bahlil, berdasarkan temuan aparat kepolisian, antrean panjang itu disinyalir kuat merupakan hasil ulah sejumlah oknum tak bertanggung jawab. Mereka diduga sengaja memodifikasi tangki kendaraan pribadi, bahkan mobil mewah seperti Pajero, untuk menampung BBM subsidi dalam jumlah fantastis. Beberapa tangki modifikasi tersebut dilaporkan mampu menampung hingga 700 liter bahkan 1 ton bahan bakar.
Menyikapi temuan ini, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi tegas agar praktik curang tersebut segera ditertibkan. Bahlil menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi intensif dengan PT Pertamina (Persero) guna memastikan implementasi kebijakan di lapangan berjalan sesuai harapan dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman juga telah membeberkan modus serupa. Ia menjelaskan bahwa para oknum tersebut sengaja memperbesar kapasitas tangki bahan bakar kendaraan mereka, jauh melebihi standar normal. Sebagai contoh, tangki yang seharusnya berkapasitas ‘X’ dimodifikasi menjadi ‘X plus 50 persen’ atau bahkan ‘X plus 75 persen’, memungkinkan mereka menimbun BBM bersubsidi dalam volume yang tidak wajar.


