faktual.news – Dunia bisnis Indonesia kembali dihebohkan dengan manuver strategis dari konglomerat ternama Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam. Melalui entitas perusahaannya, PT Jhonlin Baratama, Haji Isam kini resmi mengamankan kepemilikan atas lebih dari 10 miliar lembar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), raksasa tambang batu bara yang sebelumnya dikendalikan oleh taipan Low Tuck Kwong. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan langsung oleh manajemen Bayan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
Langkah akuisisi masif ini melibatkan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat antara Low Tuck Kwong, selaku pendiri dan pengendali utama, bersama putrinya Elaine Low, dengan PT Jhonlin Baratama. Kesepakatan yang dibubuhkan pada tanggal 16 September tersebut mencakup rencana pengalihan sebanyak 10.000.000.500 saham biasa perusahaan. Ini menandai pergeseran signifikan dalam struktur kepemilikan salah satu pemain kunci di sektor pertambangan nasional.

Manajemen Bayan menjelaskan bahwa penyelesaian penuh transaksi jumbo ini masih menunggu terpenuhinya beberapa kondisi pendahuluan yang telah disepakati. Setelah semua persyaratan terpenuhi, PT Jhonlin Baratama akan secara resmi menjadi pemilik sah atas seluruh saham yang dialihkan tersebut. Pihak perusahaan juga menegaskan bahwa aksi korporasi ini dipastikan tidak akan menimbulkan dampak negatif yang berarti, baik terhadap operasional harian, aspek legal, kondisi finansial, maupun keberlangsungan bisnis perseroan di masa mendatang.
Sebelum pengumuman resmi ini, spekulasi mengenai ketertarikan Haji Isam terhadap Bayan Resources telah santer beredar. Laporan dari media internasional pada awal September lalu sempat menyebutkan bahwa Haji Isam membidik hingga 62 persen saham BYAN, dengan tawaran fantastis mencapai sekitar US$3 miliar, atau setara dengan Rp52,53 triliun kala itu. Tawaran tersebut, yang kabarnya diajukan oleh salah satu entitas bisnis di bawah kendali Haji Isam, disebut-sebut hanya sebagian kecil dari nilai pasar Bayan. Kini, rumor tersebut terkonfirmasi dengan pengalihan saham dalam skala yang monumental, mengukuhkan posisi Haji Isam sebagai salah satu kekuatan baru di industri pertambangan.


