faktual.news – New Delhi melayangkan peringatan keras kepada Washington ancaman tarif impor hingga 100 persen bagi negara pembeli minyak Rusia berpotensi besar merusak fondasi hubungan bilateral kedua kekuatan ekonomi tersebut. India dengan tegas menyatakan komitmennya untuk selalu menjaga kepentingan ekonomi serta keamanan energi bagi jutaan rakyatnya.
Pernyataan lugas ini dirilis oleh Kementerian Luar Negeri India tak lama setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan Rancangan Undang-Undang sanksi komprehensif. Beleid ini menargetkan negara-negara yang masih membeli energi dari Rusia sebuah upaya untuk memutus aliran dana bagi pembiayaan perang Moskow. Kini RUU tersebut hanya menunggu tanda tangan Presiden AS untuk resmi berlaku sebagai Undang-Undang.

Aturan baru ini akan memberikan wewenang penuh kepada Presiden AS untuk menjatuhkan tarif selangit kepada importir utama minyak dan gas Rusia termasuk India dan Tiongkok. Menanggapi perkembangan ini Kementerian Luar Negeri India mengungkapkan bahwa mereka telah berulang kali membahas isu sensitif ini dengan pihak Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir. New Delhi telah menyampaikan secara gamblang dampak serius yang mungkin timbul terhadap pasar energi global serta stabilitas hubungan antarnegara.
Pemerintah India juga menegaskan tekad bulatnya untuk mengambil segala langkah diperlukan demi melindungi kepentingan perdagangan dan ekonomi nasional. Mereka berkomitmen akan bekerja sama erat dengan sektor industri dan perdagangan domestik untuk menghadapi potensi dampak dari regulasi baru ini. Sebagai importir minyak terbesar ketiga di dunia India telah menjadi salah satu pembeli utama minyak mentah Rusia sejak Moskow dihantam sanksi ekonomi besar-besaran oleh negara-negara Barat pasca invasi ke Ukraina pada tahun 2022. Hingga kini New Delhi konsisten menolak tekanan internasional untuk menghentikan impor energi dari Rusia. Mereka berargumentasi bahwa skala populasi dan perekonomian domestik yang masif menuntut pasokan energi yang aman terjangkau dan dapat diandalkan dari berbagai sumber berdasarkan dinamika pasar global.


