Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Prabowo Jawab Pedas Kritik Media Asing
- Peluang Emas Kerja Jepang Dibuka Kemnaker Segera Daftar
- Mendag Bocorkan Rahasia Mahasiswa Jadi Raja Ekspor
- Pertamina Pastikan Energi NTT Aman Siap Siaga
- Modal Sejutaan Bawa Pulang Sepeda di Transmart
- TV Kulkas Harga Banting Transmart Sisa Waktu
- IHSG Menguat Sinyal Emas Ekonomi Indonesia
- Bos Bandara RI Guncang Dunia Penerbangan
Penulis: Putrawan Dian
kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.
Faktual News Jakarta – PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) mengungkapkan penyebab kerugian yang dialaminya pada kuartal II 2025. Dalam paparan publik insidentil yang digelar pada Selasa (14/10/2025), manajemen KOKA membeberkan bahwa perubahan kebijakan perusahaan-perusahaan asal China menjadi faktor utama penurunan kinerja keuangan perseroan. Manajemen KOKA, melalui William, menjelaskan bahwa pendapatan perusahaan sebenarnya mengalami peningkatan menjadi Rp9,57 miliar pada kuartal II 2025, dibandingkan Rp1,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, angka ini jauh di bawah pencapaian tahun 2024 yang mencatatkan laba sebesar Rp66,7 miliar. Gambar Istimewa : lh3.googleusercontent.com Ironisnya, KOKA justru mencatatkan rugi kotor sebesar Rp9,68 miliar pada kuartal…
Faktual News Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada perdagangan Selasa (14/10/2025), ditutup di level 8.066,52. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 1,95% dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.227,20. Bahkan, IHSG sempat menyentuh titik terendah harian di 7.974,03. Kondisi pasar saham hari ini didominasi oleh sentimen negatif. Data dari RTI Business mencatat, sebanyak 583 saham mengalami penurunan harga, berbanding jauh dengan hanya 138 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan. Sementara itu, 84 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan hari ini melibatkan 48,25 miliar saham, dengan frekuensi transaksi mencapai 3,25 juta kali, dan nilai transaksi yang fantastis, yakni Rp31,99 triliun. Gambar Istimewa…
Faktual News Jakarta – Kabar baik bagi para perokok dan investor! Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan tidak akan ada kenaikan Harga Jual Eceran (HJE) rokok dan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) alias cukai rokok di tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memerangi peredaran rokok ilegal yang merugikan negara dan melindungi daya beli masyarakat yang sedang tertekan. Keputusan Menkeu Purbaya ini disambut positif oleh pelaku pasar. Panin Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa kebijakan ini memberikan angin segar bagi emiten rokok seperti PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). Gambar Istimewa…
Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada penutupan perdagangan hari ini, 13 Oktober 2025, parkir di level 8.227,20. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,37 persen dibandingkan posisi sebelumnya di 8.257,85. Data dari RTI Business mencatat, tekanan jual mendominasi dengan 438 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, 240 saham berhasil mencatatkan kenaikan dan 126 saham stagnan. Aktivitas perdagangan hari ini melibatkan 42,66 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,85 juta kali, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp27,43 triliun. Gambar Istimewa : data:image Penurunan IHSG juga menyeret sejumlah indeks sektoral utama. IDX30 turun 0,77 persen menjadi 411,94, LQ45…
Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan performa impresif, bahkan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di level 8.272 pada 9 Oktober 2025. Sentimen positif ini memicu optimisme dari berbagai pihak, termasuk analis dari DBS Bank. Pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Senin, 13 Oktober 2025, IHSG parkir di level 8.259,39, naik tipis 0,02 persen dari posisi sebelumnya. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan 23,31 miliar saham berpindah tangan sebanyak 1,74 juta kali, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp14,59 triliun. Data menunjukkan 417 saham mengalami koreksi, sementara 258 saham berhasil menguat. Gambar Istimewa : ekonosia.com Senior…
Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan keadaan pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Senin (13/10), dengan naik tipis 0,02% ke level 8.259,39. Sebelumnya, indeks sempat dibuka melemah. Meskipun demikian, data perdagangan menunjukkan bahwa tekanan jual masih terasa. Sebanyak 417 saham tercatat mengalami penurunan harga, berbanding 258 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 127 saham lainnya stagnan. Gambar Istimewa : data:image Aktivitas perdagangan hari ini cukup ramai dengan total 23,31 miliar saham berpindah tangan dalam 1,74 juta transaksi. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp14,59 triliun. Secara sektoral, mayoritas sektor terpantau menguat. Sektor transportasi menjadi pemimpin…
Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa impresif pada pekan yang berakhir 10 Oktober 2025. Indeks kebanggaan pasar modal Indonesia ini melesat 1,72% dan parkir di level 8.257,85, meninggalkan jauh posisi pekan sebelumnya yang berada di angka 8.118,30. Kinerja positif IHSG ini juga berimbas pada kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melonjak 3,19%. Kapitalisasi pasar berhasil mencetak rekor tertinggi baru, menembus angka Rp15.560 triliun, naik signifikan dari Rp15.079 triliun pada pekan sebelumnya. Gambar Istimewa : data:image BEI mencatat lima saham dari perusahaan yang terafiliasi dengan konglomerat papan atas menjadi motor penggerak utama penguatan IHSG selama…
Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Jumat (10/10/2025) di zona hijau, menguat tipis 0,08% ke level 8.257,85. Namun, di balik cerahnya IHSG, tersimpan kabar kurang sedap dari sektor perbankan. Sejumlah indeks utama justru menunjukkan pelemahan. IDX30 turun 0,79%, LQ45 terkoreksi 0,82%, dan Sri-Kehati anjlok 1,61%. Bahkan, indeks Faktual News 15, yang menjadi barometer kinerja 15 saham bank dengan fundamental solid dan likuiditas tinggi, merosot tajam 2,71% ke level 966,85. Gambar Istimewa : data:image Kondisi ini mengindikasikan tekanan yang cukup besar pada saham-saham perbankan. Sebagian besar saham yang tergabung dalam indeks Faktual News 15 mengalami…
Faktual News Jakarta – Optimisme kembali menyelimuti pasar saham. MNC Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan tren positifnya pada perdagangan hari ini, 10 Oktober 2025. Analis memperkirakan IHSG akan bergerak di antara level 8.294 hingga 8.365. "Saat ini, IHSG diperkirakan masih berada dalam wave [v] dari wave 5, yang mengindikasikan potensi penguatan lanjutan dengan target 8.294-8.365," ungkap manajemen MNC Sekuritas dalam risetnya. Gambar Istimewa : data:image Sentimen positif ini didukung oleh kinerja IHSG pada perdagangan sebelumnya, yang ditutup menguat 1,04 persen ke level 8.250 dengan volume pembelian yang signifikan. Penguatan ini dinilai telah mencapai target minimal…
Faktual News Jakarta – Harga emas di Pegadaian menunjukkan dinamika menarik pada perdagangan Jumat (10/10), dengan produk Antam dan Galeri24 mencatatkan kenaikan, sementara UBS bertahan stabil. Investor emas perlu mencermati pergerakan ini untuk mengambil keputusan investasi yang tepat. Menurut pantauan dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas Antam mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp8.000 per gram, kini berada di level Rp2.419.000. Sebelumnya, emas Antam diperdagangkan pada harga Rp2.411.000 per gram. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi pemilik emas Antam. Gambar Istimewa : data:image Senada dengan Antam, emas Galeri24 juga mengalami kenaikan, meskipun tidak sebesar Antam. Harga emas Galeri24 naik Rp2.000 menjadi Rp2.306.000…

