faktual.news – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat baru-baru ini membeberkan tiga kunci utama yang wajib dimiliki pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu melangkah ke level yang lebih tinggi. Menurut Wahyu, peningkatan kapasitas UMKM bukanlah proses instan, melainkan sebuah perjalanan bertahap yang memerlukan dukungan komprehensif dari berbagai pihak.
Tiga pilar fundamental yang ditekankan Wahyu adalah pendampingan yang konsisten, kemudahan akses pembiayaan, serta strategi perluasan pasar yang efektif. Ia menjelaskan, tanpa ketiga elemen ini, harapan untuk melihat UMKM tumbuh signifikan dan berdaya saing akan sulit terwujud. Pemerintah daerah, dalam pandangannya, tidak dapat berdiri sendiri. Sinergi dengan sektor swasta dan lembaga keuangan menjadi krusial untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan masyarakat yang kuat dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Malang sendiri, lanjut Wahyu, telah mengintensifkan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia para pelaku UMKM melalui berbagai program pelatihan dan bimbingan. Langkah ini bertujuan untuk membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan dinamika pasar saat ini. Selain itu, pemda juga fokus membuka pintu akses pemasaran dan permodalan, dua aspek vital yang kerap menjadi batu sandungan bagi banyak usaha kecil.
Wahyu mengakui, meskipun banyak UMKM di Malang memiliki produk berkualitas tinggi, kendala permodalan seringkali menghambat laju perkembangan mereka. "Kualitas produk mereka sangat baik, namun keterbatasan dana menjadi pekerjaan rumah kami untuk memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang layak," ujarnya. Oleh karena itu, kolaborasi erat dengan perusahaan, lembaga keuangan, dan pihak swasta lainnya menjadi sangat penting. Dukungan ini diharapkan tidak hanya mencakup peningkatan kapasitas, tetapi juga akses permodalan yang lebih luas dan mudah dijangkau.
Misi pembangunan daerah Kota Malang juga diperkuat dengan program unggulan "Ngalam Laris". Inisiatif ini dirancang khusus untuk mendorong UMKM agar berkembang menjadi entitas usaha yang lebih kompetitif dan berdaya saing. Melalui Ngalam Laris, pemerintah berkomitmen untuk mendampingi para pelaku usaha secara berkelanjutan, membantu mereka memaksimalkan potensi Kota Malang sebagai pusat pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
"Kami bertekad bahwa dalam lima tahun ke depan, Ngalam Laris akan menjadi salah satu misi utama kami. Ini adalah wujud komitmen kami agar UMKM mendapatkan perhatian penuh dan mampu naik kelas," pungkas Wahyu, menegaskan visi jangka panjang pemerintah kota untuk memajukan sektor UMKM.


