faktual.news – Ratusan siswa di Distrik Depapre Jayapura Papua mengalami keracunan massal setelah menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis MBG. Badan Gizi Nasional BGN kini telah menguak dugaan kuat penyebab insiden yang menggemparkan tersebut. Indikasi awal mengarah pada menu tempe bacem yang disiapkan terlalu dini.
Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa investigasi awal menemukan adanya penurunan kualitas pada salah satu komponen hidangan yakni tempe bacem. Proses pemasakan yang terlalu cepat diduga menjadi pemicu utama keracunan ini. Namun Trenggono menegaskan bahwa kepastian penyebab masih menunggu hasil uji laboratorium yang sedang berlangsung. Ia meminta semua pihak untuk bersabar menantikan laporan resmi investigasi.

Hasil penyelidikan ini nantinya akan menjadi landasan penting untuk menyempurnakan sistem pengawasan mutu keamanan pangan serta penerapan standar operasional prosedur SOP dalam setiap tahapan penyelenggaraan program MBG. BGN juga terus menjalin koordinasi erat dengan Pemerintah Provinsi Papua dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik sekaligus mendukung proses investigasi yang sedang berjalan.
Data terakhir hingga pukul 15.45 WIT menunjukkan sebanyak 219 siswa telah menerima perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Kabar baiknya delapan pasien di antaranya sudah diizinkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik. Trenggono memastikan setiap pasien akan memperoleh penanganan medis yang diperlukan. Di sisi lain audit menyeluruh terus digencarkan agar kejadian serupa tidak terulang dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis semakin optimal serta aman bagi seluruh penerima manfaat.
Dalam upaya mendalam Trenggono bahkan langsung mengunjungi Dapur SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi secara langsung proses penyediaan makanan dan kepatuhan terhadap standar operasional yang berlaku. Sebagai langkah tegas BGN memutuskan untuk menghentikan sementara operasional dapur MBG tersebut. Menurutnya evaluasi bukan hanya untuk mencari penyebab tetapi juga untuk memperkuat sistem pengawasan. "Banyak sekali kekurangan. Saya sudah tegur koordinator wilayah mengapa pengawasan seperti ini masih terjadi. Sementara kita suspend dulu kita cek dan investigasi di mana letak kesalahannya apakah pada SOP atau bahan bakunya. Ini menjadi evaluasi kita semua," tegas Trenggono.


