faktual.news – PT ASDP Indonesia Ferry Persero baru saja membuat gebrakan besar dalam dunia penyeberangan nasional. Enam pelabuhan utama di Indonesia kini resmi menerapkan standar keamanan dan ketertiban baru yang sangat ketat. Program sterilisasi penuh ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan penumpang dan barang tetapi juga mendongkrak efisiensi operasional secara signifikan. Merak Bakauheni Ketapang Gilimanuk Kayangan dan Lembar adalah enam gerbang laut yang menjadi pionir transformasi layanan ini.
Langkah strategis ini menandai babak baru dalam upaya ASDP mewujudkan layanan penyeberangan yang lebih modern dan terpercaya. Setelah melalui masa transisi dan penyempurnaan sejak peluncuran awal pada Juli 2020 perusahaan bersama regulator dan berbagai pemangku kepentingan telah mematangkan mekanisme operasional serta gencar melakukan sosialisasi. Ini bukan sekadar penataan fisik kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo ini adalah perubahan budaya operasional yang menempatkan keselamatan sebagai napas utama. Heru meyakini pelabuhan yang aman akan melahirkan perjalanan yang nyaman operasional yang lebih andal dan kepercayaan publik yang kian kokoh.

Sejak hari pertama penerapan penuh ASDP mengklaim pengawasan kawasan pelabuhan berjalan mulus. Pengaturan akses kini lebih tertib didukung pemanfaatan teknologi digital serta penataan aktivitas di area operasional. Di Pelabuhan Merak misalnya penertiban aktivitas mencakup pendataan ulang seluruh pihak yang beroperasi serta penataan pedagang dengan identitas resmi. Sistem Gerbang Tunggal One Gate System dan Gerbang Otomatis Automatic Gate System dioptimalkan berhasil memangkas waktu pelayanan truk dari belasan menit menjadi hanya satu hingga dua menit saja. Ini tentu mempercepat arus kendaraan keluar masuk pelabuhan.
Sementara itu di Pelabuhan Bakauheni fokus sterilisasi tertuju pada penataan jalur lalu lintas kendaraan pembangunan kantong parkir khusus sepeda motor serta penyempurnaan rambu dan informasi. Di lintasan Ketapang Gilimanuk kepatuhan operasional diperkuat melalui sosialisasi intensif pengawasan penggunaan alat pelindung diri APD patroli gabungan rutin serta penerapan sistem zonasi yang membatasi akses area operasional hanya bagi petugas berwenang. Tak ketinggalan Pelabuhan Kayangan dan Lembar yang kini memperkuat pengendalian akses dengan teknologi canggih pengenalan wajah face recognition.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat BPTD Kelas II Banten Eko Indrayanto menyambut baik implementasi ini. Menurutnya ini adalah tonggak penting setelah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 91 Tahun 2021 dapat diterapkan secara penuh. Eko mengapresiasi inovasi dan perubahan signifikan yang dilakukan ASDP yang diharapkan mampu menjamin keselamatan keamanan dan ketertiban di pelabuhan.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan keberhasilan program ini adalah buah kolaborasi erat antara ASDP regulator dan seluruh pemangku kepentingan. Windy menegaskan bahwa program sterilisasi ini akan terus dievaluasi dan disempurnakan. Tujuannya agar manfaatnya semakin dirasakan oleh para pengguna jasa serta seluruh ekosistem pelabuhan menciptakan budaya operasional yang lebih disiplin profesional dan berorientasi pada keselamatan.


