Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kembalinya Sang Ahli Fiskal ke Kemenkeu

    03-10-2026 - 10.55

    Obligasi RI Masih Menarik di Tengah Gejolak AS

    03-10-2026 - 10.20

    Misteri Kepemilikan Saham Baru BEI

    03-10-2026 - 08.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Kembalinya Sang Ahli Fiskal ke Kemenkeu
    • Obligasi RI Masih Menarik di Tengah Gejolak AS
    • Misteri Kepemilikan Saham Baru BEI
    • Kabar Gembira 13 Juta Buruh Dapat Bantuan Upah
    • Misteri di Balik Lepasnya Bandara Dhoho
    • Strategi Baru Danantara Capai Swasembada Energi
    • Peluang Emas Sektor Strategis Indonesia
    • Investasi Hijau RI Bisa Dongkrak PDB
    Faktual News
    Home - Market - Obligasi RI Masih Menarik di Tengah Gejolak AS
    Market

    Obligasi RI Masih Menarik di Tengah Gejolak AS

    03-10-2026 - 10.2003 Mins Read0
    obligasi ri masih menarik di tengah gejolak as

    Faktual.news – Pasar keuangan global tengah mengalami guncangan hebat setelah imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 30 tahun melonjak drastis hingga menembus angka 5,48 persen. Level ini tercatat sebagai yang tertinggi sejak tahun 2004, dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap laju inflasi, dinamika pertumbuhan ekonomi, serta membengkaknya belanja pemerintah AS.

    Kenaikan tajam di negara adidaya tersebut memicu pertanyaan besar di kalangan investor global: apakah instrumen surat utang negara berkembang, khususnya Indonesia, masih layak untuk dilirik?

    Obligasi RI Masih Menarik di Tengah Gejolak AS
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Menanggapi fenomena ini, pakar perencana keuangan Andi Nugroho memberikan pandangan optimis. Menurutnya, obligasi Indonesia masih memiliki daya tarik yang sangat kuat karena menawarkan imbal hasil yang jauh lebih kompetitif dibandingkan negara maju. Saat ini, obligasi RI bergerak di kisaran 7 persen, angka yang jauh melampaui obligasi AS yang berada di level 5,29 persen maupun obligasi Jepang yang hanya berkisar di angka 3,08 persen.

    "Obligasi RI menurut saya masih cukup menarik dan bisa ‘melawan’ obligasi AS dan Jepang yang sedang dinamis," ujar Andi saat memberikan keterangannya kepada faktual.news.

    Senada dengan Andi, perencana keuangan Mike Rini Sutikno menjelaskan bahwa selisih imbal hasil (yield spread) yang lebar antara Indonesia dan AS menciptakan peluang emas. Kondisi ini berpotensi memicu fenomena flight to yield, di mana investor mulai mengalihkan dananya ke pasar negara berkembang yang mampu memberikan keuntungan lebih tinggi, dengan catatan risiko tetap terukur.

    Mike menambahkan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini menjadi faktor pendukung. Meski demikian, ia mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed, karena pergerakan kebijakan bank sentral AS tersebut akan sangat memengaruhi arus modal masuk ke pasar obligasi Indonesia.

    Terkait strategi investasi, para ahli menyarankan agar investor menyesuaikan porsi obligasi dengan profil risiko masing-masing. Bagi investor konservatif, obligasi dapat mendominasi portofolio hingga 60-70 persen, terutama pada obligasi pemerintah dengan durasi menengah. Sementara bagi investor moderat, alokasi sekitar 50-60 persen dianggap ideal dengan mencampur obligasi pemerintah dan korporasi berperingkat tinggi. Untuk investor agresif, obligasi dapat dijadikan alat diversifikasi dengan porsi yang lebih kecil.

    Satu pesan penting bagi para investor, terutama pemula, adalah penggunaan "uang dingin". Artinya, dana yang digunakan untuk membeli obligasi bukanlah dana darurat atau dana kebutuhan pokok, melainkan dana menganggur yang tidak akan mengganggu stabilitas finansial jika harus disimpan hingga jatuh tempo.

    Selain mengejar imbal hasil tinggi, investor juga diingatkan untuk tidak hanya terpaku pada angka yield. Faktor-faktor seperti peringkat kredit penerbit, durasi, likuiditas, serta analisis terhadap prospektus harus diperhatikan secara mendalam guna menghindari risiko kerugian di pasar sekunder.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Kembalinya Sang Ahli Fiskal ke Kemenkeu

      03-10-2026 - 10.55

      Misteri Kepemilikan Saham Baru BEI

      03-10-2026 - 08.55

      Kabar Gembira 13 Juta Buruh Dapat Bantuan Upah

      03-10-2026 - 08.20

      Misteri di Balik Lepasnya Bandara Dhoho

      03-10-2026 - 05.55

      Strategi Baru Danantara Capai Swasembada Energi

      03-10-2026 - 05.20

      Peluang Emas Sektor Strategis Indonesia

      03-10-2026 - 02.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Kembalinya Sang Ahli Fiskal ke Kemenkeu
      • Obligasi RI Masih Menarik di Tengah Gejolak AS
      • Misteri Kepemilikan Saham Baru BEI
      • Kabar Gembira 13 Juta Buruh Dapat Bantuan Upah
      • Misteri di Balik Lepasnya Bandara Dhoho

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.