Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Surabaya Mati Lampu Tiga Hari PLN Ungkap Biang Kerok

    19-06-2026 - 21.20

    Ini Nasib Kapal Pertamina di Hormuz Usai Damai

    19-06-2026 - 18.21

    Airlangga Ungkap Potensi Harga BBM Berubah Drastis

    19-06-2026 - 14.21
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Surabaya Mati Lampu Tiga Hari PLN Ungkap Biang Kerok
    • Ini Nasib Kapal Pertamina di Hormuz Usai Damai
    • Airlangga Ungkap Potensi Harga BBM Berubah Drastis
    • BI Rate Melejit Lagi Impian Rumah Terancam Pupus
    • Mentan Bongkar Ancaman Bibit Buruk Rugi 60 Tahun
    • Bansos Anti Politik Luhut Bongkar Skema Baru
    • Stasiun Gambir Bakal Gila Mulai 2028
    • Luhut Bocorkan AI Kunci Saran untuk Presiden
    Faktual News
    Home - Market - Mentan Bongkar Ancaman Bibit Buruk Rugi 60 Tahun
    Market

    Mentan Bongkar Ancaman Bibit Buruk Rugi 60 Tahun

    19-06-2026 - 05.2103 Mins Read0
    mentan bongkar ancaman bibit buruk rugi 60 tahun

    faktual.news – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melontarkan peringatan keras mengenai dampak fatal dari kesalahan pemilihan bibit perkebunan. Menurutnya, satu kali keliru dalam pengadaan bibit dapat memicu kerugian besar yang menghantui sektor pertanian Indonesia hingga puluhan tahun mendatang. Kualitas bibit menjadi penentu utama hasil panen jangka panjang, terutama untuk komoditas yang memiliki siklus hidup panjang seperti kelapa.

    Pernyataan ini disampaikan Amran saat mengumpulkan para penyedia bibit perkebunan dari seluruh penjuru negeri. Pertemuan ini bertujuan menggalang dukungan untuk program ambisius pengembangan perkebunan seluas 870 ribu hektare. Program ini mencakup berbagai tanaman unggulan seperti kelapa, kopi, kakao, tebu, pala, lada, dan mete, yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian nasional.

    Mentan Bongkar Ancaman Bibit Buruk Rugi 60 Tahun
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Bayangkan, sekali tanam kelapa bisa berbuah hingga 30 bahkan 60 tahun. Jika kita salah di tahap pembibitan, maka kesalahan itu akan berdampak selama 30 tahun. Bahkan bisa sampai 60 tahun," tegas Amran di hadapan awak media di Kementan Jakarta Selatan. Ia menekankan bahwa inisiatif ini merupakan investasi vital yang akan menentukan produktivitas perkebunan nasional di masa depan.

    Demi memastikan kelancaran dan integritas program, pemerintah melibatkan berbagai lembaga pengawas. Satuan Tugas Pangan Polri, TNI, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut serta mengawal proses pengadaan hingga distribusi bibit. Keterlibatan banyak pihak ini bertujuan mencegah segala bentuk penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. "Kami berkoordinasi erat dengan kepolisian, kejaksaan, dan KPK. Semua bahu-membahu untuk mencegah praktik curang," imbuhnya.

    Program pengembangan perkebunan ini menelan alokasi dana sekitar Rp9,95 triliun atau hampir Rp10 triliun dalam kurun waktu tiga tahun. Total lahan yang menjadi sasaran pengembangan mencapai 870 ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Amran mengungkapkan bahwa sebagian bibit telah didistribusikan sejak tahun lalu, sementara proses pembibitan untuk program tahun ini masih berjalan dan penanaman ditargetkan mulai akhir tahun.

    Pemerintah memproyeksikan hasil signifikan dari program ini akan mulai terlihat dalam tiga hingga empat tahun ke depan, saat tanaman memasuki masa produksi. Amran optimistis peningkatan produksi akan sangat mencolok, mengingat sebagian besar komoditas yang dikembangkan memiliki permintaan tinggi di pasar global.

    Selain fokus pada kualitas bibit, pemerintah juga menyelaraskan penyaluran bantuan dengan karakteristik unik setiap daerah. Pengembangan komoditas dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi agroklimat, kebiasaan bertani masyarakat setempat, dan rekam jejak budidaya yang telah ada. "Jangan sampai daerah yang tidak terbiasa menanam kelapa malah diberi kelapa. Begitu juga dengan kakao," jelasnya. Oleh karena itu, pusat pembibitan dibangun sedekat mungkin dengan lokasi penanaman, menghindari pengiriman bibit dari wilayah yang terlalu jauh. Strategi ini dinilai lebih hemat dan efisien, karena para ahli yang akan didatangkan ke lokasi.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Surabaya Mati Lampu Tiga Hari PLN Ungkap Biang Kerok

      19-06-2026 - 21.20

      Ini Nasib Kapal Pertamina di Hormuz Usai Damai

      19-06-2026 - 18.21

      Airlangga Ungkap Potensi Harga BBM Berubah Drastis

      19-06-2026 - 14.21

      BI Rate Melejit Lagi Impian Rumah Terancam Pupus

      19-06-2026 - 08.21

      Bansos Anti Politik Luhut Bongkar Skema Baru

      19-06-2026 - 02.20

      Stasiun Gambir Bakal Gila Mulai 2028

      18-06-2026 - 18.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Surabaya Mati Lampu Tiga Hari PLN Ungkap Biang Kerok
      • Ini Nasib Kapal Pertamina di Hormuz Usai Damai
      • Airlangga Ungkap Potensi Harga BBM Berubah Drastis
      • BI Rate Melejit Lagi Impian Rumah Terancam Pupus
      • Mentan Bongkar Ancaman Bibit Buruk Rugi 60 Tahun

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.