Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Surabaya Mati Lampu Tiga Hari PLN Ungkap Biang Kerok

    19-06-2026 - 21.20

    Ini Nasib Kapal Pertamina di Hormuz Usai Damai

    19-06-2026 - 18.21

    Airlangga Ungkap Potensi Harga BBM Berubah Drastis

    19-06-2026 - 14.21
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Surabaya Mati Lampu Tiga Hari PLN Ungkap Biang Kerok
    • Ini Nasib Kapal Pertamina di Hormuz Usai Damai
    • Airlangga Ungkap Potensi Harga BBM Berubah Drastis
    • BI Rate Melejit Lagi Impian Rumah Terancam Pupus
    • Mentan Bongkar Ancaman Bibit Buruk Rugi 60 Tahun
    • Bansos Anti Politik Luhut Bongkar Skema Baru
    • Stasiun Gambir Bakal Gila Mulai 2028
    • Luhut Bocorkan AI Kunci Saran untuk Presiden
    Faktual News
    Home - Market - BI Rate Melejit Lagi Impian Rumah Terancam Pupus
    Market

    BI Rate Melejit Lagi Impian Rumah Terancam Pupus

    19-06-2026 - 08.2103 Mins Read0
    bi rate melejit lagi impian rumah terancam pupus

    faktual.news – Bank Indonesia kembali membuat kejutan dengan mengerek suku bunga acuannya atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Keputusan yang diumumkan pada Kamis (18/6) ini menjadi sinyal kuat bahwa bank sentral tak main-main dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ini bukan kali pertama, sebab dalam waktu singkat, BI Rate telah melonjak total 1 persen dari posisi sebelumnya 4,75 persen yang sempat bertahan selama tujuh bulan.

    Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, langkah ini krusial untuk membentengi nilai tukar rupiah di tengah gejolak global yang penuh ketidakpastian. Selain itu, kebijakan ini juga merupakan upaya antisipatif untuk mengamankan target inflasi tahun 2026-2027 agar tetap berada di kisaran 2,5 plus minus 1 persen sesuai harapan pemerintah. Di sisi lain, BI tetap berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran.

    BI Rate Melejit Lagi Impian Rumah Terancam Pupus
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Sebelumnya, bank sentral telah dua kali menaikkan suku bunga. Dimulai dengan kenaikan 50 bps menjadi 5,25 persen pada Rabu (20/5), disusul lonjakan mendadak 25 bps menjadi 5,50 persen pada Selasa (9/6). Kenaikan berturut-turut ini tak lepas dari tekanan depresiasi rupiah yang kala itu sempat menembus level psikologis Rp18 ribu per dolar AS.

    Lantas, bagaimana imbas kenaikan BI Rate sebesar 1 persen ini terhadap kantong masyarakat? Pengamat Ekonomi dari Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, mengungkapkan bahwa dampaknya akan langsung terasa pada biaya hidup finansial. Terutama bagi mereka yang memiliki cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga mengambang, kredit kendaraan, kartu kredit, pinjaman konsumsi, hingga modal kerja UMKM.

    Menurut Syafruddin, perbankan akan lebih dulu menyesuaikan bunga deposito untuk menarik dana nasabah, sebelum akhirnya mengerek bunga kredit dalam beberapa bulan ke depan. Ia menambahkan, konsekuensi dari kebijakan ini tidak akan seragam. "Rumah tangga yang memiliki utang akan merasakan beban cicilan yang lebih berat, sementara pelaku UMKM harus menanggung biaya modal yang lebih mahal. Konsumen pun cenderung akan menunda pembelian barang-barang tahan lama," jelasnya.

    Namun, di balik dampak yang terasa pahit, kebijakan ini juga membawa sisi positif. Para deposan akan menikmati bunga simpanan yang lebih tinggi. Rupiah akan mendapatkan perlindungan dari pelemahan lebih lanjut, dan potensi inflasi akibat impor dapat diredam. "Kebijakan ini memang terasa berat, namun BI memilih jalan ini sebagai ongkos yang lebih terkendali. Membayar bunga lebih mahal hari ini untuk mencegah rupiah terpuruk lebih dalam, harga impor melambung, dan kepercayaan pasar hancur lebih luas," ujarnya.

    Syafruddin juga mengilustrasikan, besaran tambahan cicilan akan sangat bergantung pada plafon pinjaman, tenor, jenis bunga, serta seberapa cepat bank merespons kenaikan BI Rate ke bunga kredit. Sebagai contoh, seseorang dengan KPR senilai Rp500 juta berjangka waktu 15 tahun dengan bunga awal 10 persen, memiliki cicilan sekitar Rp5,37 juta per bulan. Jika bunga naik menjadi 11 persen, cicilan bulanan akan membengkak menjadi sekitar Rp5,68 juta, artinya ada tambahan sekitar Rp310 ribu setiap bulan.

    Bagi pemilik KPR Rp1 miliar, tambahan cicilannya bisa mencapai dua kali lipat dari ilustrasi di atas. Sementara untuk pinjaman Rp100 juta dengan tenor 3 tahun, kenaikan bunga dari 12 persen menjadi 13 persen akan menaikkan cicilan dari sekitar Rp3,32 juta menjadi Rp3,37 juta, atau bertambah sekitar Rp48 ribu per bulan. Ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan suku bunga, sekecil apapun, akan memiliki efek domino pada keuangan pribadi dan bisnis.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Surabaya Mati Lampu Tiga Hari PLN Ungkap Biang Kerok

      19-06-2026 - 21.20

      Ini Nasib Kapal Pertamina di Hormuz Usai Damai

      19-06-2026 - 18.21

      Airlangga Ungkap Potensi Harga BBM Berubah Drastis

      19-06-2026 - 14.21

      Mentan Bongkar Ancaman Bibit Buruk Rugi 60 Tahun

      19-06-2026 - 05.21

      Bansos Anti Politik Luhut Bongkar Skema Baru

      19-06-2026 - 02.20

      Stasiun Gambir Bakal Gila Mulai 2028

      18-06-2026 - 18.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Surabaya Mati Lampu Tiga Hari PLN Ungkap Biang Kerok
      • Ini Nasib Kapal Pertamina di Hormuz Usai Damai
      • Airlangga Ungkap Potensi Harga BBM Berubah Drastis
      • BI Rate Melejit Lagi Impian Rumah Terancam Pupus
      • Mentan Bongkar Ancaman Bibit Buruk Rugi 60 Tahun

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.