Jakarta – Faktual News melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan perdana tahun 2026 dengan performa yang sangat menjanjikan, melonjak signifikan pada Jumat (2/1). Indeks acuan ini dibuka menguat ke level 8.689,18, melesat 0,49 persen dari posisi penutupan sebelumnya di 8.646,93.
Data dari RTI Business menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup ramai di awal sesi. Hingga pembukaan, tercatat 674,59 juta saham berpindah tangan melalui 82 ribu transaksi, dengan total nilai mencapai Rp420,23 miliar. Dominasi penguatan terlihat jelas, di mana 352 saham berhasil menguat, berbanding 117 saham yang terkoreksi, dan 213 saham bergerak stagnan.
Kinerja positif ini sejalan dengan proyeksi yang sebelumnya disampaikan oleh manajemen Reliance Sekuritas Indonesia. Mereka memprediksi IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan berdasarkan analisis teknikal. "Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk white spinning top, di atas MA5 dan MA20, serta indikator Stochastic golden cross. Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami penguatan," demikian pernyataan manajemen Reliance dalam riset mereka yang dirilis di Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.
Penguatan di awal tahun ini melanjutkan momentum positif dari penutupan perdagangan akhir 2025. Pada 30 Desember 2025, IHSG ditutup menguat tipis 0,03 persen di level 8.646,94, didukung oleh kinerja cemerlang saham-saham sektor konsumer siklikal dan infrastruktur.
Meskipun demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp888,53 miliar di pasar reguler. Saham-saham favorit yang banyak diburu investor, terlepas dari net sell, antara lain BBRI, DEWA, BUMI, BBCA, dan ARCI. Sentimen positif yang mendorong pasar di awal tahun ini utamanya datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga baik secara global maupun domestik. Hal ini meningkatkan risk appetite investor, mendorong mereka untuk kembali mengalirkan modal ke pasar negara berkembang atau emerging market.
Pembukaan perdagangan perdana IHSG 2026 ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di sektor keuangan dan ekonomi. Tampak hadir Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo; Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa; Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar; serta jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan berbagai sentimen positif dan dukungan teknikal, prospek IHSG di tahun 2026 tampak cerah, memberikan harapan bagi para pelaku pasar.
Editor: Yulian Saputra
