Faktual News – Senin, 5 Januari 2026, menjadi hari yang menggembirakan bagi sebagian besar investor di pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan dengan lonjakan signifikan, mencapai level 8.859,19. Kenaikan sebesar 1,27 persen ini membawa IHSG jauh di atas posisi penutupan sebelumnya di 8.748,13, menandai awal pekan yang bullish dan penuh optimisme.
Data dari RTI Business menunjukkan sentimen positif yang meluas di bursa. Tercatat, 446 saham terpantau menguat, jauh melampaui 246 saham yang terkoreksi. Sementara itu, 114 saham lainnya tetap tidak bergerak. Aktivitas perdagangan juga sangat ramai, dengan total 70,25 miliar saham berpindah tangan dalam 4,01 juta kali transaksi, menghasilkan nilai transaksi fantastis sebesar Rp30,32 triliun, mencerminkan minat investor yang tinggi.

Gelombang penguatan tidak hanya terbatas pada IHSG. Seluruh indeks domestik utama juga turut bergerak positif. LQ45, yang mencerminkan saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid, naik 0,91 persen ke 859,77. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) melonjak 1,92 persen menjadi 596,78, IDX30 menguat 0,81 persen ke 442,40, dan Sri-Kehati juga menanjak 0,46 persen ke 384,17, menegaskan dominasi tren hijau di pasar.
Kinerja sektoral menjadi cerminan utama dari kenaikan IHSG ini, dengan hampir seluruh sektor menunjukkan performa positif yang solid. Sektor bahan baku memimpin dengan penguatan impresif 2,62 persen, diikuti oleh sektor energi yang meningkat 2,31 persen. Sektor transportasi tidak ketinggalan dengan kenaikan 2,02 persen, sementara sektor siklikal dan kesehatan masing-masing menguat 1,66 persen dan 1,62 persen. Sektor industrial (1,61%), keuangan (1,42%), infrastruktur (0,96%), non-siklikal (0,82%), dan properti (0,41%) juga turut menyumbang energi positif, menunjukkan pemulihan yang merata di berbagai lini ekonomi.
Namun, di tengah euforia pasar yang meluas ini, ada satu sektor yang menjadi pengecualian. Sektor teknologi tercatat melemah tipis 0,07 persen. Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh koreksi pada saham raksasa teknologi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yang turun 1,45 persen, menjadi satu-satunya noda di hari yang cerah bagi pasar modal Indonesia.
Beberapa saham menjadi bintang di hari ini, dengan PT GTS Internasional Tbk (GTSI), PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), dan PT Panin Financial Tbk (PNLF) memimpin daftar top gainers yang berhasil menarik perhatian investor. Di sisi lain, top losers di antaranya adalah PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ), PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Sementara itu, saham-saham yang paling aktif diperdagangkan, menunjukkan tingginya likuiditas dan minat investor, adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Panin Financial Tbk (PNLF).
