Faktual News – Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif pada perdagangan sesi I hari Rabu (7/1), berhasil bertahan di zona hijau dengan ditutup pada level 8.946,25. Angka ini mencerminkan penguatan sebesar 0,14 persen dari posisi penutupan sebelumnya di 8.933,60, memberikan sinyal optimisme di tengah dinamika pasar yang terus bergerak.
Data dari RTI Business menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup ramai. Sebanyak 42,15 miliar saham berpindah tangan melalui 2,73 juta kali frekuensi transaksi. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai angka fantastis Rp21,67 triliun. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, 346 saham berhasil menguat, sementara 325 saham terkoreksi, dan 135 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Kinerja positif IHSG ini didorong oleh mayoritas sektor yang kompak menguat. Sektor bahan baku menjadi bintang utama dengan lonjakan impresif 2,16 persen. Tak kalah cemerlang, sektor industrial juga mencatat kenaikan signifikan 2,12 persen, disusul sektor siklikal yang menguat 1,12 persen. Beberapa sektor lain yang turut berkontribusi pada penguatan adalah energi (naik 0,69 persen), kesehatan (menguat 0,31 persen), dan infrastruktur (meningkat 0,19 persen).
Namun, tidak semua sektor mampu mempertahankan laju positif. Beberapa di antaranya harus rela ditutup di zona merah. Sektor transportasi menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 0,68 persen. Disusul oleh sektor non-siklikal yang melemah 0,42 persen, teknologi turun 0,22 persen, keuangan terkoreksi 0,12 persen, dan sektor properti yang juga melemah tipis 0,07 persen.
Di tengah penguatan IHSG, bursa saham di kawasan Asia justru menunjukkan pergerakan yang cenderung bervariasi, bahkan dominan melemah pada sesi yang sama. Indeks Nikkei 225 Tokyo terpantau turun 1,03 persen, dan Hang Seng Index Hong Kong ikut melemah 1,20 persen. Pengecualian terjadi pada Shanghai Composite Index yang berhasil menguat tipis 0,08 persen, menunjukkan resistensi di tengah tren penurunan regional.

