Faktual News – Jakarta, 8 Januari 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pencapaian gemilang hari ini, menembus level psikologis 9.000 pada sesi perdagangan I. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segera menanggapi fenomena ini, menegaskan bahwa lonjakan tersebut merupakan cerminan nyata dari tingginya kepercayaan investor, baik domestik maupun global, terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Dalam keterangannya di kantornya, Purbaya menjelaskan bahwa karakteristik utama investor di pasar modal adalah orientasi mereka yang selalu melihat ke depan, memproyeksikan potensi keuntungan berdasarkan kebijakan dan langkah konkret yang diambil pemerintah dalam menstimulasi pertumbuhan ekonomi.
Beliau menekankan, "Kalau mereka nggak percaya ke langkah-langkah kita, walaupun saya ngomong sampai berbusa, bursa tetap aja jatoh, investor nggak akan masuk. Tapi ketika mereka lihat ada implementasi yang nyata, walaupun nggak sempurna ya, kelihatannya ke depan akan baik." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya eksekusi kebijakan yang terukur dan berdampak, bukan sekadar retorika.
Implikasi dari kepercayaan investor ini, lanjut Purbaya, adalah peningkatan signifikan pada kinerja perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa. Keuntungan yang lebih tinggi akan mendorong kenaikan valuasi saham, menjadikannya magnet bagi para pelaku pasar. "Otomatis perusahaan-perusahaan yang listing di bursa juga untungnya makin gede, valuasi bursa akan naik. Itu makanya mereka nggak akan mau ketinggalan masuk ke pasar modal," tegasnya, menggarisbawahi daya tarik pasar modal Indonesia saat ini.
Dengan dinamika positif ini, Purbaya menyatakan optimismenya bahwa target IHSG mencapai level 10.000 pada tahun 2026 bukanlah hal yang mustahil, bahkan cenderung ‘tidak susah-susah amat’. Optimisme ini didasari oleh pergeseran sentimen investor, baik domestik maupun global, yang sangat positif terhadap perekonomian Indonesia dalam tiga bulan terakhir.
"Jadi kalau kita lihat kan tiga bulan terakhir sudah positif terus kan flow-nya ke kita. Jadi ya itu menunjukkan bahwa ada perbalikan sentimen investor domestik maupun global terhadap perekonomian Indonesia yang ke depan kita harus jaga terus," pungkas Purbaya, menekankan pentingnya menjaga momentum positif ini agar target ambisius tersebut dapat tercapai. (*)
Editor: Galih Pratama
