Kejutan Awal Tahun! IHSG Hijau, Cek Saham Pilihan Ini!
Faktual News – Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis, 9 Januari 2026, ditutup dengan kabar gembira bagi investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi dengan penguatan signifikan, bertengger di level 8.936,75. Kenaikan sebesar 0,13 persen ini membawa indeks naik dari posisi penutupan sebelumnya di 8.925,47, menandai awal tahun yang cukup menjanjikan di tengah dinamika pasar.
Data dari RTI Business menunjukkan dinamika pasar yang menarik sepanjang hari. Sebanyak 359 saham berhasil menguat, melampaui jumlah saham yang terkoreksi, yakni 318. Sementara itu, 137 saham lainnya terpantau tidak mengalami perubahan harga. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai, dengan total 57,02 miliar saham berpindah tangan melalui 3,46 juta kali frekuensi transaksi. Nilai transaksi harian mencapai angka fantastis Rp27,45 triliun, mencerminkan minat investor yang tinggi.
Namun, penguatan IHSG tidak serta-merta diikuti oleh seluruh indeks sektoral utama. Mayoritas indeks domestik justru harus rela ditutup di zona merah. Indeks IDX30 misalnya, terkoreksi 0,22 persen menjadi 439,50. Senada, Sri-Kehati melemah 0,35 persen ke level 382,33, dan Jakarta Islamic Index (JII) turun tipis 0,06 persen menjadi 598,59. Pengecualian terjadi pada indeks LQ45 yang berhasil membukukan kenaikan tipis 0,05 persen, berakhir di 868,02.
Di sisi lain, kinerja sektor-sektor di BEI menunjukkan gambaran yang lebih cerah dengan mayoritas sektor mencatatkan penguatan. Sektor siklikal memimpin dengan lonjakan 3,30 persen, diikuti oleh sektor properti yang tumbuh 2,39 persen, dan sektor bahan baku yang menguat 2,38 persen. Sektor kesehatan juga menunjukkan vitalitasnya dengan kenaikan 1,31 persen. Tak ketinggalan, sektor energi (0,99%), transportasi (0,67%), non-siklikal (0,29%), dan industrial (0,12%) turut berkontribusi pada sentimen positif pasar.
Namun, tidak semua sektor mampu mempertahankan momentum positif. Tiga sektor terpantau mengalami pelemahan. Sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan dengan anjlok 1,08 persen, disusul oleh sektor keuangan yang merosot 1,07 persen, dan sektor teknologi yang terkoreksi 0,43 persen.
Di antara deretan saham yang paling bersinar, PT Hillcon Tbk (HILL), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), dan PT Indika Energy Tbk (INDY) berhasil mencatatkan diri sebagai top gainers. Sebaliknya, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) harus puas berada di daftar top losers. Sementara itu, saham-saham yang paling aktif diperdagangkan dan menarik perhatian investor adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Sentul City Tbk (BKSL).
Secara keseluruhan, perdagangan 9 Januari 2026 menunjukkan ketahanan IHSG di tengah fluktuasi indeks lainnya, didukung oleh penguatan di beberapa sektor kunci dan aktivitas transaksi yang solid. Investor akan terus mencermati pergerakan pasar di hari-hari mendatang untuk melihat apakah momentum positif ini dapat dipertahankan.
