Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Terungkap! BEI Sanksi Ratusan Emiten, Laporan Keuangan Biang Kerok?
- Gawat! IHSG Anjlok Lebih 2%, Sektor Ini Malah Cuan!
- Geger Pasar Modal! OJK Sikat IPPE, Denda Total Rp10 Miliar Lebih!
- Bursa Berdarah? IHSG Turun, tapi Transaksi Malah Melonjak!
- DSSA, BRMS, AMMN Cs: Dalang di Balik Lesunya IHSG Pekan Ini?
- IHSG di Tengah Badai Geopolitik: Ancaman & Peluang Emas!
Penulis: Putrawan Dian
kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.
Faktual News , Jakarta – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) secara tegas membantah keterlibatan mereka dalam dugaan kasus pidana pasar modal yang tengah diselidiki Bareskrim Polri. Perseroan menyatakan tidak memiliki kaitan langsung maupun tidak langsung dengan skandal "goreng saham" yang kini menjadi sorotan publik. Pernyataan ini disampaikan BUVA menyusul beredarnya informasi yang mengaitkan nama mereka dengan sejumlah pihak yang tengah diusut. Dalam klarifikasi resmi yang dirilis, BUVA menyayangkan pemberitaan yang beredar dan dinilai menyesatkan. Corporate Secretary PT Bukit Uluwatu Villa Tbk, pada Jumat, 6 Februari 2026, menegaskan, "Perseroan tidak memiliki keterlibatan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan ESO,…
IHSG Terperosok Dalam! Hanya Sektor Ini yang Selamat Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan momentum positifnya pada penutupan perdagangan 6 Februari 2026. Bursa saham domestik kembali terperosok, mengakhiri sesi di level 7.935,26, atau anjlok signifikan sebesar 2,08 persen dari penutupan sebelumnya di 8.103,87. Gambar Istimewa : data:image Data dari RTI Business menunjukkan sentimen negatif mendominasi lantai bursa. Mayoritas saham, yakni 646 emiten, mengalami koreksi harga, sementara hanya 107 saham yang berhasil menguat, dan 68 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai, dengan total 35,58 miliar saham berpindah tangan dalam 2,24 juta kali transaksi, menghasilkan nilai…
Jakarta – Faktual News melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami hari yang kelam pada perdagangan sesi I Kamis, 6 Februari 2026. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini ditutup anjlok tajam sebesar 2,83 persen, memangkas posisinya dari 8.103,87 saat dibuka menjadi 7.874,41. Penurunan drastis ini sontak memicu kekhawatiran di kalangan investor. Data dari RTI Business menunjukkan betapa aktifnya pasar di tengah tekanan jual yang masif. Sebanyak 22,23 miliar lembar saham berpindah tangan melalui 1,46 juta kali transaksi, menghasilkan total nilai transaksi yang fantastis mencapai Rp10,46 triliun. Angka ini mencerminkan volume penjualan yang signifikan dan kepanikan yang melanda pasar. Gambar…
Faktual News , Jakarta – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), yang dikenal luas sebagai WIKA Beton, berhasil menorehkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Perusahaan manufaktur beton pracetak terkemuka ini sukses membukukan perolehan kontrak baru yang mencapai angka fantastis, yakni Rp4 triliun. Capaian impresif ini mengukuhkan posisi WIKA Beton sebagai pemain kunci di industri konstruksi nasional dan global. Yushadi, Sekretaris Perusahaan WTON, menjelaskan bahwa lonjakan kontrak baru ini merupakan buah dari strategi optimalisasi kapabilitas produk beton pracetak khusus yang dimiliki perseroan. Selain itu, keterlibatan aktif dalam berbagai proyek strategis, baik di pasar domestik maupun internasional, turut menjadi pendorong utama. "Kontribusi…
IHSG Loyo! Cuma Sektor Ini yang Mampu Bertahan? Faktual News – Bursa saham domestik kembali menunjukkan performa lesu pada perdagangan 5 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup hari dengan koreksi signifikan, merosot 0,53 persen ke level 8.103,87. Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan dari posisi penutupan sebelumnya di 8.146,71, memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai arah pasar ke depan. Gambar Istimewa : Data dari RTI Business menggambarkan dominasi sentimen negatif di pasar. Tercatat, sebanyak 349 saham harus rela terkoreksi, jauh melampaui 299 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 172 saham lainnya tetap stagnan tanpa perubahan berarti. Aktivitas perdagangan cukup…
Faktual News – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah strategis dalam reformasi pasar modal nasional. Sebagai bagian dari proyek percontohan, BEI memprioritaskan 49 emiten besar untuk memenuhi aturan free float saham sebesar 15 persen. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat integritas dan likuiditas pasar, sekaligus menjadi tonggak penting dalam implementasi kebijakan pasar modal yang lebih progresif. Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, masih terdapat 267 perusahaan yang belum memenuhi ketentuan free float minimum 7,5 persen. Namun, menurut Nyoman, dalam pernyataannya yang dikutip pada 5 Februari 2026, dari jumlah tersebut, 49 emiten yang menjadi target…
Faktual News – Di tengah sentimen pasar yang cenderung melemah, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) justru tampil perkasa pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten perbankan yang fokus pada pembiayaan perumahan ini berhasil melonjak 3,27% atau setara dengan kenaikan Rp40, menembus level Rp1.265 per saham. Kinerja impresif ini kontras dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpantau terkoreksi 0,53% ke posisi 8.079. Kinerja harian BBTN ini memang mencuri perhatian, terutama jika dibandingkan dengan beberapa bank BUMN lainnya. Meskipun PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat kenaikan lebih tinggi sebesar 5,86% ke Rp2.350, diikuti PT Bank…
Faktual News – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan Selasa, 4 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi dengan penguatan signifikan, bertengger di level 8.146,71. Kenaikan sebesar 0,30 persen dari posisi penutupan sebelumnya di 8.122,59 ini menandakan optimisme investor di tengah dinamika pasar yang terus bergerak. Data dari RTI Business mencatat pergerakan yang cukup dinamis di lantai bursa. Sebanyak 301 saham berhasil melaju di zona hijau, menunjukkan performa positif. Namun, di sisi lain, 391 saham harus terkoreksi, sementara 125 saham terpantau tidak mengalami perubahan harga. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai, dengan total 45,44 miliar saham…
Faktual News – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mempersiapkan regulasi krusial yang akan mengubah lanskap pasar modal Indonesia: peningkatan porsi saham free float minimum bagi perusahaan tercatat hingga 15%. Kebijakan ini, yang saat ini masih dalam tahap draf, direncanakan akan diimplementasikan secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun. Menanggapi inisiatif ini, Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menyatakan kesiapannya, namun dengan catatan penting mengenai dinamika penyerapan pasar. Hasan Fawzi, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menjelaskan di Jakarta pada 4 Februari 2026, bahwa tahap awal implementasi akan dimulai dengan pengelompokan emiten berdasarkan besaran free…
Faktual News – Rencana percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditargetkan rampung pada kuartal I 2026 menuai sorotan tajam dari para pengamat pasar modal. Langkah ambisius ini, meskipun menjanjikan efisiensi, juga menyimpan potensi risiko signifikan yang perlu diwaspadai, terutama bagi keberlangsungan pasar modal yang sehat dan perlindungan investor. Pengamat Pasar Modal, Dipo Satria Ramli, menggarisbawahi bahwa target waktu yang "sangat agresif" ini berpotensi menimbulkan masalah serius jika tidak dibarengi dengan mekanisme pelaksanaan yang transparan dan terukur. Salah satu kekhawatiran utamanya adalah lonjakan biaya transaksi yang pada akhirnya akan membebani investor ritel, kelompok yang paling rentan terhadap fluktuasi pasar. "Pentingnya…
