Faktual News – Pasar modal Indonesia mengawali pekan dengan sentimen negatif yang kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 16 Maret 2026, ditutup melemah signifikan, parkir di zona merah pada posisi 7.022,28. Penurunan ini mencerminkan koreksi sebesar 1,61 persen dari level penutupan sebelumnya di 7.137,21, menandakan hari yang berat bagi investor yang berharap adanya rebound.
Berdasarkan data dari RTI Business, dominasi aksi jual terlihat jelas sepanjang hari. Sebanyak 542 saham mengalami koreksi harga, jauh melampaui 180 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 98 saham lainnya terpantau tidak mengalami perubahan nilai. Aktivitas perdagangan cukup ramai, dengan total 32,05 miliar saham berpindah tangan dalam 1,67 juta kali frekuensi transaksi, menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp15,91 triliun. Angka ini menunjukkan partisipasi pasar yang aktif meskipun dalam tren penurunan.

Koreksi tidak hanya menimpa IHSG, namun juga menyeret seluruh indeks acuan domestik lainnya ke wilayah negatif. Indeks IDX30 ikut tergerus 1,10 persen menjadi 387,53. Sri-Kehati merosot 0,54 persen ke 346,20, sementara LQ45 melemah lebih dalam 2,01 persen ke 713,72. Indeks berbasis syariah, JII, bahkan mengalami penurunan paling tajam, anjlok 2,83 persen ke level 459,04, mencerminkan tekanan pasar yang merata.
Mayoritas Sektor Berakhir di Zona Merah
Tinjauan sektoral menunjukkan bahwa mayoritas sektor industri pun tak luput dari tekanan jual yang masif. Sektor teknologi menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 2,34 persen, disusul sektor properti yang merosot 2,28 persen. Sektor energi dan bahan baku juga mengalami koreksi signifikan, masing-masing turun 2,24 persen dan 1,82 persen. Sektor transportasi (-1,57%), infrastruktur (-0,63%), non-siklikal (-0,16%), dan siklikal (-0,03%) juga berakhir di wilayah negatif, menunjukkan sentimen pesimis yang hampir menyeluruh.
Di tengah gelombang merah yang melanda bursa, beberapa sektor menunjukkan ketahanan yang patut dicatat. Sektor keuangan berhasil menguat tipis 0,45 persen, sektor industrial naik 0,21 persen, dan sektor kesehatan juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 0,13 persen. Ini mengindikasikan adanya rotasi atau selektivitas investor yang mencari perlindungan di sektor-sektor yang dianggap lebih stabil atau memiliki prospek jangka panjang di tengah sentimen pasar yang kurang kondusif.
Daftar Top Gainers dan Top Losers
Beberapa saham menjadi sorotan pada hari ini, baik karena kenaikan maupun penurunannya. Di jajaran top gainers, terdapat PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Sebaliknya, daftar top losers diisi oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT), yang mengalami tekanan jual cukup besar. Untuk saham yang paling aktif diperdagangkan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memimpin volume transaksi.
Penutupan IHSG di zona merah ini menjadi sinyal awal pekan yang kurang menggembirakan bagi pasar saham domestik, menuntut kehati-hatian investor dalam mengambil keputusan dan memantau perkembangan ekonomi global serta domestik yang mungkin memengaruhi pergerakan bursa selanjutnya.
Editor: Yulian Saputra

