Faktual News – Pasar modal Indonesia menghadapi pukulan telak pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Maret 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren pelemahan signifikan, ditutup pada level 7.137,21. Angka ini mencerminkan koreksi tajam sebesar 3,05 persen dari posisi sebelumnya di 7.362,11, menandai hari yang berat bagi investor di tengah sentimen pasar yang kurang kondusif.
Gelombang merah tak hanya melanda IHSG. Seluruh indeks acuan domestik lainnya juga tak luput dari tekanan jual yang masif. Indeks IDX30 anjlok 2,16 persen, mengakhiri perdagangan di 391,86, sementara Indeks Sri-Kehati tergerus 2,20 persen menjadi 348,10. Tak ketinggalan, LQ45 merosot 3,04 persen ke 728,33, dan Indeks Saham Syariah Indonesia (JII) mengalami penurunan paling dalam, yakni 3,93 persen, bertengger di 472,40. Kondisi ini mengindikasikan sentimen negatif yang merata di berbagai sektor.
Sektor perbankan, yang seringkali menjadi tulang punggung pasar dan indikator kesehatan ekonomi, juga merasakan dampaknya. Indeks FAKTUAL15, barometer kinerja 15 saham perbankan pilihan yang dikenal memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi, turut melemah. Indeks ini tercatat turun 1,77 persen, mengakhiri perdagangan di posisi 951,71. Pelemahan ini menunjukkan bahwa saham-saham bank papan atas pun tidak kebal terhadap gejolak pasar yang terjadi.
Analisis lebih lanjut terhadap komponen FAKTUAL15 mengungkapkan bahwa mayoritas saham bank yang tergabung di dalamnya menunjukkan pergerakan harga yang negatif. Ini mencerminkan tekanan jual yang meluas di antara investor terhadap saham-saham perbankan, mungkin dipicu oleh kekhawatiran makroekonomi atau profit taking. Namun, di tengah badai koreksi ini, ada satu pengecualian menarik: saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) berhasil mempertahankan posisinya. Saham bank digital ini stagnan di level Rp1.435, menjadi satu-satunya yang tidak bergerak negatif di antara daftar FAKTUAL15, menunjukkan ketahanan relatif di tengah pasar yang bergejolak.
