Faktual.news – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat fondasi manufaktur nasional. Langkah besar ini akan dimulai dengan melakukan audit menyeluruh terhadap sektor industri di dalam negeri. Audit ini bertujuan untuk memetakan secara akurat jenis mesin apa saja yang menjadi prioritas untuk dikembangkan dan diproduksi secara mandiri di Indonesia.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mendorong industri permesinan nasional agar mampu meningkatkan kapasitas produksi domestik secara signifikan.

"Ada banyak perhatian yang diberikan, namun Pak Menteri memberikan penekanan khusus pada sektor industri permesinan. Tujuannya jelas, agar kita bisa memaksimalkan kemampuan lokal untuk memproduksi mesin dari dalam negeri sendiri," ujar Setia saat memberikan keterangan di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan.
Langkah audit ini dianggap krusial agar pemerintah tidak salah sasaran dalam menentukan kebijakan. Sebelum menetapkan jenis mesin apa yang harus diprioritaskan untuk diproduksi massal oleh industri lokal, Kemenperin akan meninjau kembali kebutuhan nyata di lapangan.
"Kami diminta untuk melakukan review, mengatur, dan menyiapkan skala prioritasnya. Jadi, mesin jenis apa yang paling mendesak, itu akan ditentukan setelah proses audit selesai dilakukan," tambah Setia menjelaskan alur kerja kementerian.
Meskipun belum merinci sektor industri spesifik yang akan menjadi target utama, Kemenperin menegaskan bahwa pembaruan mesin ini tidak hanya akan berfokus pada satu bidang saja, melainkan akan menyentuh berbagai sektor industri secara luas.
Upaya ini sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam melakukan restrukturisasi mesin dan peralatan industri. Selama ini, tantangan terbesar industri manufaktur Indonesia adalah masih tingginya ketergantungan terhadap produk mesin impor. Ketergantungan ini menyebabkan biaya produksi menjadi tinggi dan posisi tawar industri nasional menjadi lemah di pasar global.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Kemenperin terus menggaungkan konsep machine making machine. Konsep ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana industri dalam negeri mampu memproduksi mesin yang nantinya digunakan untuk memproduksi barang lainnya, sehingga menciptakan kemandirian teknologi yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, pemerintah telah mengandalkan fasilitas Indonesia Manufacturing Center (IMC) yang berlokasi di Purwakarta. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) untuk pengembangan teknologi, rekayasa manufaktur, serta pusat inovasi permesinan industri di Indonesia. Dengan adanya IMC, diharapkan riset dan pengembangan mesin lokal dapat berjalan lebih cepat dan terintegrasi dengan kebutuhan industri nasional.


