faktual.news – Kabar gembira datang dari Negeri Singa Pemerintah Singapura secara mengejutkan mengumumkan paket bantuan jumbo senilai Rp12,5 triliun atau setara 900 juta dolar Singapura Langkah ini diambil untuk meredam dampak kenaikan biaya hidup yang dipicu melambungnya harga energi global dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Warga Singapura kini bisa bernapas lega setiap rumah tangga akan menerima voucher belanja senilai 300 dolar Singapura atau sekitar Rp4,17 juta Dana ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari Selain itu pemerintah juga menjanjikan diskon tambahan untuk tagihan listrik dan utilitas yang akan berlaku pada Oktober 2026 dan Januari 2027.

Menteri Keuangan Kedua Singapura Jeffrey Siow menjelaskan bahwa langkah ini krusial Mengingat perkiraan harga energi global yang masih akan tinggi kondisi ini berdampak langsung pada kenaikan biaya bahan bakar minyak listrik dan berbagai barang impor lainnya.
Tak hanya rumah tangga sektor usaha kecil dan menengah UKM juga menjadi prioritas Setiap UKM yang mempekerjakan setidaknya satu karyawan lokal berhak atas hibah tunai minimal 500 dolar Singapura atau Rp6,96 juta dengan batas maksimal 2.500 dolar Singapura atau Rp34,80 juta per perusahaan Dana ini dijadwalkan cair pada November mendatang Diperkirakan sekitar 160 ribu UKM akan menikmati manfaat dari program ini.
Para pedagang makanan di pusat jajanan atau hawker centre akan memperoleh subsidi sewa sebesar 1.200 dolar Singapura atau Rp16,70 juta Sementara itu pedagang di pasar tradisional akan menerima 600 dolar Singapura atau Rp8,35 juta Bantuan sewa ini akan disalurkan selama enam bulan mulai September 2026 hingga Februari 2027.
Pemerintah juga memperkuat dukungan finansial bagi pelaku usaha dengan meningkatkan porsi penjaminan risiko kredit dari 50 persen menjadi 70 persen Ini berlaku untuk dua skema pembiayaan yaitu pinjaman modal kerja dan pinjaman proyek Menariknya skema pinjaman proyek yang sebelumnya hanya untuk proyek di luar negeri kini diperluas untuk mencakup proyek domestik khususnya bagi perusahaan konstruksi lokal.


