faktual.news – Program stimulus pemerintah untuk sektor transportasi pada periode libur sekolah tahun 2026 mencatatkan hasil yang luar biasa. Tiga perusahaan transportasi BUMN utama, yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), berhasil menyerap anggaran yang dialokasikan hingga di atas 80 persen, menandakan respons positif dan antusiasme tinggi dari masyarakat.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi salah satu pemain yang paling menonjol. Perusahaan pelat merah ini sukses memanfaatkan dana stimulus sebesar Rp90,96 miliar, atau sekitar 94,53 persen dari total alokasi yang tersedia. Manajer Humas KAI DAOP 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa selama rentang waktu libur sekolah dari 27 Juni hingga 5 Juli 2026, KAI melayani lebih dari 3,44 juta penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,3 juta penumpang menikmati fasilitas diskon stimulus yang khusus ditujukan untuk kereta api kelas ekonomi komersial.

Franoto menjelaskan bahwa proporsi penumpang yang memanfaatkan diskon mencapai 37,8 persen dari total pelanggan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 11 persen dibandingkan periode libur sekolah tahun 2025, yang kala itu mencatat 1.173.612 penumpang. Menariknya, meskipun kapasitas tempat duduk yang disiapkan hanya 1,17 juta, jumlah pelanggan yang terisi mencapai 1,3 juta. Fenomena ini terjadi berkat sistem okupansi dinamis, di mana penumpang yang menggunakan diskon turun di stasiun persinggahan seperti Cirebon atau Purwokerto, lalu kursinya segera diisi kembali oleh pelanggan lain.
Tak kalah sukses, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga membukukan penyerapan anggaran stimulus sebesar 82,33 persen. Capaian ini diiringi dengan lonjakan jumlah penyeberangan penumpang hingga 93,3 persen. Rizki Dwianda, Group Head of Commercial Shipping Business PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), menegaskan bahwa diskon tiket kapal feri terbukti ampuh mendorong peningkatan volume lalu lintas penumpang secara signifikan. Stimulus ini diterapkan pada delapan lintasan utama, termasuk rute vital Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.
Rizki menambahkan, program diskon ini mampu memicu kenaikan penumpang rata-rata 8 persen, jauh melampaui pertumbuhan musiman puncak yang biasanya berkisar antara 4,8 hingga 5,5 persen. Data yang ada membuktikan bahwa kebijakan ini berhasil meningkatkan volume penyeberangan lebih tinggi dibandingkan tren empat tahun terakhir.
Sementara itu, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI mencatatkan kinerja paling impresif dengan penyerapan anggaran stimulus hingga 98 persen dari total pagu senilai Rp67 miliar. Manager Corporate Communication PELNI, Firdha Islamy, memaparkan bahwa program potongan tarif tiket sebesar 30 persen dari harga dasar ini telah dimanfaatkan oleh 674.444 penumpang, atau setara dengan 97 persen dari target realisasi yang ditetapkan.
Firdha menyebutkan, tanggal 26 Juni menjadi puncak keberangkatan tertinggi dengan sekitar 24 ribu penumpang. Pelabuhan-pelabuhan keberangkatan tersibuk selama masa stimulus ini meliputi Makassar, Ambon, Bau-Bau, Tanjung Priok, dan Kupang. Program diskon tarif kapal penumpang PELNI untuk periode libur sekolah 2026 ini masih terus bergulir dan terbuka untuk jadwal keberangkatan hingga 15 Agustus mendatang.


