faktual.news – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan mengakui setahun menjabat di Kabinet Merah Putih adalah periode penuh tekanan dan kepusingan yang tiada henti. Namun, di balik pengakuan jujur tersebut, tersimpan kabar gembira mengenai kinerja perekonomian nasional yang justru menunjukkan hasil memuaskan dan menjanjikan.
Di hadapan awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Purbaya mengungkapkan bahwa waktu seolah berlalu begitu cepat karena setiap hari dihabiskan untuk memikirkan berbagai persoalan dan strategi ekonomi negara. "Tidak terasa sudah setahun. Pusing terus-terusan hampir setiap hari karena harus berpikir tanpa henti," ujarnya dengan nada realistis.

Meski demikian, Purbaya bersyukur capaian ekonomi Indonesia saat ini terbilang positif. Ia optimis pertumbuhan ekonomi akan semakin pesat, dengan target ambisius mendekati 6 persen pada kuartal IV 2026. Bahkan, ia berharap angka tersebut bisa terlampaui di tahun berikutnya, membawa Indonesia menuju era pertumbuhan yang lebih tinggi.
Pengalaman setahun pertama ini, menurut Purbaya, menjadi semacam ‘laboratorium’ untuk menguji kebijakan mana yang paling efektif dan mengidentifikasi hambatan-hambatan yang perlu diatasi. "Kami sudah mengerti sekarang. Setahun kemarin adalah fase eksperimen untuk memilah mana yang berhasil dan mana yang tidak, mana yang mengganggu dan mana yang tidak. Sekarang semua sudah kami bereskan," tegasnya, menandakan kesiapan untuk mengakselerasi pertumbuhan.
Berbekal pemahaman tersebut, Purbaya sangat yakin target pertumbuhan ekonomi ke depan dapat dicapai lebih cepat. Terlebih, ia meyakini program-program strategis yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan memberikan dampak nyata dan signifikan bagi kemajuan ekonomi nasional, mendorong percepatan pertumbuhan yang lebih tinggi.
Purbaya Yudhi Sadewa sendiri dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Sebelum mengemban amanah penting ini, ia dikenal sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta pernah menjabat Staf Khusus di beberapa kementerian penting, termasuk Bidang Ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.


