faktual.news – Perum Bulog mengambil langkah sigap dengan menambah pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan SPHP hingga satu juta ton. Kebijakan ini merupakan respons serius terhadap prediksi El Nino berkepanjangan yang diperkirakan akan melanda hingga Maret 2027. Keputusan strategis ini telah mendapat lampu hijau dalam Rapat Koordinasi Terbatas Rakortas bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta dukungan penuh dari Komisi IV DPR RI.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa penambahan kuota ini jauh melampaui usulan awal Bulog yang sebesar 400 ribu ton. "Mengingat potensi El Nino yang sangat panjang hingga Maret 2027, kami disetujui untuk menambah stok hingga satu juta ton," ungkap Rizal di Kantor Bulog Jakarta Selatan.

Untuk merealisasikan penyaluran beras SPHP dalam jumlah masif ini, Bulog mengalokasikan anggaran fantastis mencapai Rp1,1 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memastikan ketersediaan beras dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Meskipun mekanisme penyaluran akan tetap berjalan normal, Bulog akan memberikan perhatian khusus pada wilayah-wilayah yang rentan terhadap dampak cuaca ekstrem. Ini bertujuan agar bantuan beras SPHP tepat sasaran dan mampu menekan gejolak harga di daerah yang paling membutuhkan.
Rizal juga menegaskan komitmen Bulog untuk menjaga kualitas beras SPHP yang didistribusikan. Ia menekankan pentingnya memastikan beras yang sampai ke tangan masyarakat adalah produk berkualitas baik, demi menghindari kekecewaan dan menjamin keberhasilan program stabilisasi harga pangan ini.


