faktual.news – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas baru-baru ini mengumumkan perubahan besar pada program beras subsidi di tanah air. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan SPHP yang selama ini dikenal masyarakat akan segera bertransformasi menjadi Beras Kita, lengkap dengan kemasan anyar berwarna biru yang menarik perhatian. Zulhas bahkan dengan yakin menyebut pilihan warna biru ini sebagai lambang kemenangan, sebuah keputusan yang langsung ia setujui tanpa keraguan.
Antusiasme Zulhas terhadap perubahan ini begitu kentara. "Beras Kita" dinilai memiliki resonansi yang lebih kuat dan mudah melekat di benak masyarakat. "Kan bagus ya, Beras Kita. Saya langsung setuju warnanya ini, bagus sekali warnanya, warna kemenangan ini tuh," ungkap Zulhas saat konferensi pers di Kemenko Pangan. Ia menegaskan, keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang untuk memberikan identitas baru yang lebih segar.

Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, turut menjelaskan bahwa inovasi ini adalah bagian integral dari rencana besar pembaruan kemasan beras SPHP. Nama "Beras Kita" sendiri memiliki makna mendalam, yakni singkatan dari "Keluarga Indonesia Sejahtera", sebuah pola penamaan yang serupa dengan produk pemerintah lainnya seperti Gula Manis Kita dan Minyakita. Beras Kita Medium akan menjadi penamaan resmi untuk beras SPHP medium. Rizal menegaskan, tujuan utama perubahan ini adalah agar produk Bulog tampil lebih menonjol dan mampu bersaing ketat dengan merek beras swasta di pasaran, tanpa mengesampingkan peningkatan mutu beras itu sendiri.
Momentum peluncuran Beras Kita telah ditetapkan pada 20 Oktober 2026, sebuah tanggal yang bertepatan dengan peringatan tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selain varian medium, Bulog juga akan memperkenalkan lini "Beras Kita Premium" untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Rizal memastikan, pembaruan ini tidak hanya berfokus pada estetika kemasan, melainkan juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas beras dan pelayanan kepada konsumen. Meskipun demikian, label SPHP sebagai identitas program tetap akan tertera di bagian bawah kemasan dengan ukuran yang lebih kecil.
Terkait stok lama, Rizal menegaskan bahwa beras SPHP dengan kemasan sebelumnya, termasuk merek Befood dan Punokawan, akan tetap diedarkan hingga persediaannya habis. Proses transisi menuju kemasan baru akan dilakukan secara bertahap guna memastikan tidak ada pemborosan. Bulog menargetkan, di masa mendatang, seluruh produk akan berada di bawah satu payung merek, yakni Beras Kita Premium dan Beras Kita Medium. Konsumen juga tidak perlu cemas, karena pergantian kemasan ini tidak akan memengaruhi harga jual beras, yang dipastikan tetap stabil dan terjangkau.


