faktual.news – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia terpaksa menghentikan sementara seluruh operasional penerbangannya hingga Senin 7 September menyusul dampak serius sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Keputusan drastis ini berimbas pada ribuan penumpang dengan rute dari dan menuju Jakarta Bandung serta Lampung.
Dicky Irchamsyah selaku Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia menjelaskan langkah penangguhan ini diambil menyusul keputusan otoritas terkait yang memperpanjang penutupan sementara tiga bandara utama yakni Bandara Soekarno-Hatta Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Radin Inten II. "Penyesuaian jadwal ini merupakan respons terhadap perpanjangan penutupan bandara oleh pihak berwenang" ujar Dicky pada Minggu 6 September.

Selain penyesuaian jadwal Garuda Indonesia juga melakukan inspeksi teknis komprehensif terhadap seluruh armada yang terdampak. Hal ini krusial untuk memastikan setiap pesawat yang akan kembali beroperasi telah memenuhi standar keselamatan dan kelaikan terbang yang ketat.
Dicky menambahkan operasional penerbangan akan dilanjutkan secara bertahap setelah bandara-bandara tersebut dinyatakan aman dan dapat beroperasi kembali oleh otoritas terkait. Syarat lainnya adalah semua persyaratan keselamatan telah terpenuhi dan kesiapan armada dipastikan sesuai regulasi yang berlaku.
Bagi para penumpang yang jadwal penerbangannya terganggu Garuda Indonesia menawarkan dua opsi penting. Penumpang dapat memilih untuk mengubah jadwal penerbangan mereka atau mengajukan pengembalian dana penuh sesuai ketentuan yang berlaku. "Permohonan ini dapat diajukan hingga 14 September 2026" tegas Dicky.
Maskapai mengimbau seluruh calon penumpang yang memiliki tiket pada periode terdampak untuk proaktif memantau status penerbangan mereka melalui kanal komunikasi resmi Garuda Indonesia sebelum memutuskan berangkat ke bandara.
Garuda Indonesia berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi terkini dan menjalin koordinasi erat dengan seluruh otoritas serta pemangku kepentingan terkait. Informasi terbaru mengenai operasional penerbangan akan selalu disampaikan melalui saluran komunikasi resmi maskapai.


