Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kebangkitan Sang Hyang Seri Cetak Laba

    06-10-2026 - 02.55

    Harga Cabai Melonjak Drastis Capai 200 Ribu

    06-10-2026 - 02.20

    Strategi Baru Arab Saudi Tekan Harga Minyak

    05-10-2026 - 23.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Kebangkitan Sang Hyang Seri Cetak Laba
    • Harga Cabai Melonjak Drastis Capai 200 Ribu
    • Strategi Baru Arab Saudi Tekan Harga Minyak
    • Krisis BBM Mengancam Akibat Konflik Timur Tengah
    • Rencana Besar Pemangkasan Ratusan BUMN
    • Era Baru Pasar Modal Harga Saham di Bawah 50 Rupiah
    • Sikat Habis Yayasan Pemalak Program Makan Gratis
    • Perluasan Dapur Gizi ke Wilayah Terpencil
    Faktual News
    Home - Market - Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.917 per Dolar AS
    Market

    Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.917 per Dolar AS

    05-10-2026 - 16.2002 Mins Read0
    rupiah terpuruk ke level rp17 917 per dolar as

    Faktual.news – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren negatif pada perdagangan Senin (5/10) sore. Mata uang kebanggaan Indonesia ini terpantau merosot ke level Rp17.917 per dolar AS. Jika dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda mengalami pelemahan sebesar 35 poin atau setara dengan penurunan sebesar 0,20 persen.

    Kondisi ini menambah daftar panjang tekanan terhadap stabilitas nilai tukar domestik. Berdasarkan pantauan pasar, pergerakan rupiah yang melemah ini terjadi di tengah fluktuasi mata uang negara-negara di kawasan Asia yang menunjukkan performa bervariasi terhadap dolar AS. Fenomena ini mencerminkan dinamika pasar global yang sedang tidak menentu.

    Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.917 per Dolar AS
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Di kawasan Asia, terdapat beberapa mata uang yang justru mampu menunjukkan ketahanan dengan penguatan tipis. Sebagai contoh, yuan China tercatat menguat 0,02 persen, disusul oleh yen Jepang yang naik 0,05 persen, serta dolar Hong Kong yang merangkak naik 0,01 persen. Namun, keberhasilan beberapa mata uang Asia tersebut tidak mampu membendung dominasi dolar AS yang semakin kuat di pasar global.

    Sebaliknya, sejumlah mata uang tetangga Indonesia justru mengalami tekanan yang serupa. Peso Filipina mencatatkan pelemahan sebesar 0,14 persen, ringgit Malaysia turun 0,09 persen, dolar Singapura melemah 0,14 persen, dan won Korea Selatan juga terkoreksi sebesar 0,023 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen negatif terhadap mata uang berkembang (emerging markets) sedang melanda kawasan.

    Kondisi serupa juga terlihat pada kelompok mata uang utama negara-negara maju. Euro Eropa mengalami tekanan cukup signifikan dengan penurunan sebesar 0,46 persen. Selain itu, poundsterling Inggris dan franc Swiss masing-masing juga melemah tipis di angka 0,05 persen. Di sisi lain, dolar Australia dan dolar Kanada justru memberikan perlawanan dengan penguatan masing-masing sebesar 0,10 persen dan 0,01 persen.

    Menanggapi situasi ini, analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya terkait penyebab utama merosotnya nilai tukar rupiah. Menurutnya, pelemahan rupiah merupakan dampak langsung dari penguatan indeks dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam kurun waktu 18 bulan terakhir.

    Lukman menjelaskan bahwa kenaikan indeks dolar AS ini dipicu oleh beberapa faktor fundamental global. Salah satunya adalah melemahnya euro akibat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal pemerintah di kawasan Eropa. Selain faktor fiskal, kenaikan harga minyak dunia juga turut memberikan tekanan tambahan yang memperkuat posisi dolar AS di mata investor global.

    Situasi ini menuntut kewaspadaan bagi para pelaku pasar dan pemerintah agar dapat mengantisipasi dampak lanjutan dari penguatan dolar AS terhadap stabilitas ekonomi nasional. Melansir laporan dari faktual.news, dinamika ini diprediksi akan terus berlanjut selama ketidakpastian ekonomi global belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Kebangkitan Sang Hyang Seri Cetak Laba

      06-10-2026 - 02.55

      Harga Cabai Melonjak Drastis Capai 200 Ribu

      06-10-2026 - 02.20

      Strategi Baru Arab Saudi Tekan Harga Minyak

      05-10-2026 - 23.55

      Krisis BBM Mengancam Akibat Konflik Timur Tengah

      05-10-2026 - 23.21

      Rencana Besar Pemangkasan Ratusan BUMN

      05-10-2026 - 21.55

      Era Baru Pasar Modal Harga Saham di Bawah 50 Rupiah

      05-10-2026 - 21.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Kebangkitan Sang Hyang Seri Cetak Laba
      • Harga Cabai Melonjak Drastis Capai 200 Ribu
      • Strategi Baru Arab Saudi Tekan Harga Minyak
      • Krisis BBM Mengancam Akibat Konflik Timur Tengah
      • Rencana Besar Pemangkasan Ratusan BUMN

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.