Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rahasia Jepang untuk Makan Gratis di Sekolah

    28-09-2026 - 18.55

    Strategi Baru Bayan Resources Usai Akuisisi

    28-09-2026 - 18.20

    Subsidi BBM dan LPG Dipangkas di 2027

    28-09-2026 - 16.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Rahasia Jepang untuk Makan Gratis di Sekolah
    • Strategi Baru Bayan Resources Usai Akuisisi
    • Subsidi BBM dan LPG Dipangkas di 2027
    • Rupiah Terkapar di Level 17.798
    • Menteri PU Ancam Copot Pejabat SDA
    • Siapa Pengendali Baru Bayan Resources
    • IHSG Merosot Tajam Pasca Aturan Baru
    • Harga Cabai Rawit Merah Nyaris Tembus 100 Ribu
    Faktual News
    Home - Market - Rupiah Terkapar di Level 17.798
    Market

    Rupiah Terkapar di Level 17.798

    28-09-2026 - 16.2002 Mins Read0
    rupiah terkapar di level 17 798

    Faktual.news – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa yang kurang memuaskan dalam perdagangan Senin (28/9) sore. Mata uang kebanggaan Indonesia ini harus menyerah dan ditutup melemah di level Rp17.798 per dolar AS. Jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda mengalami penurunan sebesar 75 poin atau setara dengan 0,42 persen.

    Kondisi pelemahan rupiah ini rupanya bukan merupakan fenomena tunggal yang terjadi di pasar domestik saja. Berdasarkan pantauan pasar, pergerakan rupiah cenderung searah dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia lainnya yang juga mengalami depresiasi terhadap dolar AS. Fenomena ini menunjukkan adanya tekanan global yang cukup kuat terhadap mata uang negara-negara berkembang.

    Rupiah Terkapar di Level 17.798
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Di kawasan Asia Tenggara, Peso Filipina tercatat melemah 0,11 persen, sementara Ringgit Malaysia mengalami penurunan sebesar 0,25 persen. Tak ketinggalan, dolar Singapura juga turun tipis 0,05 persen, dan Won Korea Selatan mengalami depresiasi sebesar 0,36 persen. Meskipun demikian, terdapat pengecualian di mana mata uang Yuan China dan dolar Hong Kong terpantau bergerak stabil atau datar terhadap dolar AS.

    Tekanan terhadap mata uang Asia ini juga merembet ke mata uang negara-negara maju. Euro Eropa tercatat turun 0,05 persen, dolar Australia terkoreksi tipis 0,01 persen, dolar Kanada melemah 0,10 persen, dan franc Swiss turun sebesar 0,34 persen. Namun, di tengah badai pelemahan tersebut, Yen Jepang justru menunjukkan taringnya dengan menguat 0,29 persen terhadap dolar AS, diikuti oleh Poundsterling Inggris yang menguat 0,12 persen.

    Menanggapi fenomena ini, analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh kombinasi faktor internal dan eksternal yang cukup kompleks. Menurutnya, tekanan dari dalam negeri dipicu oleh tingginya permintaan dolar AS dari para importir serta adanya arus keluar dana asing (capital outflow) dari pasar keuangan Indonesia.

    "Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS, tertekan oleh kombinasi faktor internal, yaitu permintaan dolar dari importir dan arus keluar dana asing, serta faktor eksternal berupa penguatan indeks dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia," ujar Lukman saat memberikan keterangannya kepada faktual.news.

    Kenaikan harga minyak dunia dan penguatan indeks dolar AS menjadi faktor eksternal yang sangat signifikan dalam menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini menuntut kewaspadaan bagi para pelaku pasar dan pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi. Para investor kini tengah menantikan kebijakan selanjutnya dari bank sentral untuk merespons dinamika pasar yang fluktuatif ini.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Rahasia Jepang untuk Makan Gratis di Sekolah

      28-09-2026 - 18.55

      Strategi Baru Bayan Resources Usai Akuisisi

      28-09-2026 - 18.20

      Subsidi BBM dan LPG Dipangkas di 2027

      28-09-2026 - 16.55

      Menteri PU Ancam Copot Pejabat SDA

      28-09-2026 - 14.55

      Siapa Pengendali Baru Bayan Resources

      28-09-2026 - 14.20

      IHSG Merosot Tajam Pasca Aturan Baru

      28-09-2026 - 12.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Rahasia Jepang untuk Makan Gratis di Sekolah
      • Strategi Baru Bayan Resources Usai Akuisisi
      • Subsidi BBM dan LPG Dipangkas di 2027
      • Rupiah Terkapar di Level 17.798
      • Menteri PU Ancam Copot Pejabat SDA

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.