Faktual.news – Pasar modal Indonesia tengah mengalami guncangan hebat pada perdagangan sesi pertama, Senin (28/9). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan, nyaris menyentuh angka 1 persen, tepat saat kebijakan baru mengenai batas harga saham minimum sebesar Rp1 resmi diberlakukan di pasar reguler maupun pasar tunai.
Berdasarkan pantauan data pasar pada pukul 12.00 WIB, IHSG terperosok sedalam 60,45 poin atau merosot 0,97 persen. Indeks kini bertengger di level 6.181. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat di tengah transisi regulasi harga saham terendah yang baru saja diimplementasikan oleh otoritas bursa.

Sepanjang perdagangan sesi I, pergerakan indeks cukup fluktuatif. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.227 sebelum akhirnya tertekan hingga ke titik terendah di level 6.174. Penurunan ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar, mengingat penerapan batas harga Rp1 diharapkan dapat memberikan dinamika baru, namun justru memicu aksi jual di awal pemberlakuan.
Dampak dari koreksi ini terlihat jelas pada pergerakan emiten di bursa. Tercatat sebanyak 496 saham mengalami penurunan harga atau terkoreksi. Sementara itu, hanya 193 saham yang mampu bertahan dan menguat, sedangkan 102 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan harga yang berarti. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar yang tercatat berada di angka Rp10.836,357 triliun.
Aktivitas transaksi di bursa juga menunjukkan volume yang cukup masif. Volume perdagangan mencapai 23,38 miliar saham dengan nilai transaksi yang menyentuh angka Rp6,41 triliun. Adapun frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,02 juta kali transaksi.
Menariknya, arus modal asing menunjukkan tren negatif dalam perdagangan ini. Investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp559,07 miliar. Jika dirinci, pada pasar reguler investor asing melakukan jual bersih senilai Rp440,38 miliar, sementara di pasar negosiasi dan pasar tunai tercatat jual bersih sebesar Rp118,70 miliar.
Di sisi lain, investor domestik masih menjadi motor utama penggerak pasar dengan dominasi volume perdagangan mencapai 83,51 persen atau setara dengan 27,81 miliar saham. Sementara itu, kontribusi investor asing dalam volume perdagangan berada di angka 16,49 persen.
Dari sisi nilai transaksi, total nilai yang berputar mencapai Rp9,6 triliun. Investor domestik masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 69,36 persen atau senilai Rp6,9 triliun. Sementara investor asing menyumbang 30,64 persen dengan nilai pembelian sebesar Rp2,7 triliun.
Melihat dinamika ini, para analis pasar modal memperkirakan bahwa volatilitas tinggi akan terus berlanjut seiring dengan penyesuaian pasar terhadap aturan harga saham minimum Rp1 yang baru saja diterapkan. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap pergerakan harga saham yang mungkin akan lebih dinamis ke depannya.


