Faktual.news – Kabar kurang sedap datang dari dapur para ibu rumah tangga. Harga komoditas cabai rawit merah di pasar tradisional tanah air dilaporkan terus merangkak naik secara signifikan. Berdasarkan pantauan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata cabai rawit merah di seluruh Indonesia kini telah menyentuh angka Rp99.150 per kilogram pada Senin (28/9).
Kenaikan ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan karena hanya menyisakan selisih Rp850 sebelum benar-benar menembus angka psikologis Rp100 ribu per kilogram. Jika dibandingkan dengan posisi pada Jumat (25/9) lalu yang masih berada di angka Rp96.450 per kilogram, terdapat lonjakan sebesar Rp2.700 atau naik sekitar 2,8 persen dalam waktu singkat.

Jika menilik pergerakan harga selama sepekan terakhir, fluktuasi harga cabai rawit merah memang menunjukkan kecenderungan yang terus menanjak. Pada tanggal 21 September, harga masih berada di level Rp95.000 per kilogram. Meski sempat mengalami sedikit penurunan tipis pada 23 September menjadi Rp94.950, namun sejak saat itu harga kembali melesat hingga mencapai level tertinggi pada Senin ini. Secara umum, rata-rata harga cabai rawit di tingkat nasional kini berada di angka Rp86.350 per kilogram, naik dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp84.700 per kilogram.
Ketimpangan harga sangat terasa jika melihat sebaran di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa daerah mencatatkan harga yang sangat fantastis dan jauh melampaui Rp100 ribu. Gorontalo menjadi wilayah dengan harga tertinggi, di mana cabai rawit merah dibanderol hingga Rp155.000 per kilogram. Disusul oleh Maluku Utara dengan harga Rp151.250, Sulawesi Utara Rp132.500, Sulawesi Tengah Rp130.000, dan Maluku sebesar Rp125.000 per kilogram.
Wilayah lain seperti Kalimantan Tengah, Papua, dan Kalimantan Utara juga sudah mencatatkan harga di atas angka Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, untuk wilayah Pulau Jawa, harga cenderung lebih terkendali namun tetap mengalami kenaikan. Di DKI Jakarta, harga tercatat sebesar Rp71.100 per kilogram, Jawa Barat Rp67.000, Jawa Tengah Rp57.400, DI Yogyakarta Rp60.500, dan Jawa Timur berada di angka Rp53.400 per kilogram.
Menariknya, tren kenaikan ini tidak dialami oleh seluruh jenis cabai. Berbeda dengan cabai rawit merah, harga cabai merah besar justru mengalami penurunan tipis menjadi Rp56.300 per kilogram. Begitu pula dengan cabai merah keriting yang mengalami penurunan lebih dalam, yakni sebesar 3,6 persen menjadi Rp66.750 per kilogram. Untuk cabai rawit hijau, harganya terpantau relatif stabil di kisaran Rp68.000 per kilogram.
Kondisi pasar juga menunjukkan pergerakan yang beragam pada komoditas bumbu dapur lainnya. Harga bawang merah ukuran sedang mengalami penurunan tipis menjadi Rp37.050 per kilogram. Namun, hal sebaliknya terjadi pada bawang putih ukuran sedang yang mengalami kenaikan tipis menjadi Rp39.400 per kilogram. Masyarakat kini perlu lebih bijak dalam mengatur belanja dapur menyusul melambungnya harga salah satu bumbu paling krusial di Indonesia ini.


