<strong>Faktual.news – </strong> Kawasan ikonik Blok M di Jakarta bersiap mengalami transformasi besar-besaran. PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah menyiapkan proyek ambisius bertajuk Ultimate Development untuk menyulap kawasan tersebut menjadi pusat kegiatan yang lebih modern, terintegrasi, dan hidup sepanjang waktu.
Rencana pengembangan ini bukan sekadar perbaikan fasilitas biasa. Proyek ini diproyeksikan akan mengubah wajah Blok M melalui pembangunan sejumlah menara (tower) tinggi serta pembangunan jembatan penghubung (skybridge) yang akan menyatukan stasiun MRT, kawasan Blok M Hub, hingga Terminal Bus dalam satu ekosistem yang mulus.

Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, M Iqbal Bimo Arifianto, mengungkapkan bahwa konsep Ultimate Development ini masih dalam tahap pengembangan intensif. Pihak MRT Jakarta saat ini tengah merancang skema kerja sama strategis untuk menggandeng mitra dan investor guna merealisasikan visi besar tersebut.
"Blok M Hub akan menjalani revitalisasi besar. Kemungkinan akan ada pembangunan menara, dan untuk itu kami sedang melakukan pencarian mitra kerja sama, termasuk para investor," ujar Bimo dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Kamis (24/9).
Konsep Mixed-Use dan Integrasi Transit
Salah satu poin utama dalam rencana ini adalah penerapan konsep mixed-use. Artinya, kawasan Blok M tidak hanya akan menjadi pusat transportasi, tetapi juga menjadi area hunian, perkantoran, hotel, hingga pusat komersial. Dengan pendekatan ini, kawasan Blok M diharapkan tetap ramai dan aktif sepanjang hari, tidak hanya pada jam berangkat atau pulang kerja.
MRT Jakarta juga akan memperkenalkan konsep Grand Hub Facade untuk memperkuat karakter visual kawasan. Selain itu, penataan ruang publik akan diperkuat dengan kehadiran koridor hijau, taman, hingga amfiteater yang menghubungkan berbagai level ketinggian di kawasan tersebut.
Menariknya, pembangunan menara di masa depan tidak hanya menyasar segmen mewah. Bimo menjelaskan bahwa kajian fungsi bangunan mencakup apartemen, hotel, serviced apartment, hingga hunian yang dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Hal ini dilakukan agar kawasan tetap inklusif dan tidak hanya menjadi milik kelompok ekonomi tertentu.
Membidik Investor Global
Untuk mendanai proyek raksasa ini, MRT Jakarta tidak ingin hanya mengandalkan dana internal. Perusahaan transportasi publik ini tengah aktif menjaring investor mancanegara, terutama dari kawasan Asia Tenggara.
Dalam forum investasi yang digelar di Singapura baru-baru ini, MRT Jakarta telah memaparkan potensi pengembangan Blok M kepada para calon investor. Selain Singapura, pihak MRT juga dilaporkan telah menjalin komunikasi awal dengan pihak dari Hong Kong.
"Kami menyasar investor dari Asia Tenggara. Harapannya, mereka tidak hanya membawa modal, tetapi juga membawa pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan kawasan kota yang sudah teruji di negara mereka," tambah Bimo.
Saat ini, transformasi Blok M sudah mulai terlihat melalui perubahan nama Blok M Mall menjadi Blok M Hub. Berdasarkan data MRT, kawasan ini telah mencatat lebih dari 25 ribu pengunjung setiap harinya dengan dukungan sekitar 242 tenant UMKM. Proyek Ultimate Development ini diharapkan menjadi babak baru yang akan mengembalikan kejayaan Blok M seperti masa keemasannya di era 90-an, namun dengan sentuhan teknologi dan kenyamanan modern.


