Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Heboh Pengadaan Sprei di Badan Gizi Nasional

    30-09-2026 - 18.55

    Dana Darurat NTT Cair Rp20 Miliar

    30-09-2026 - 18.20

    Dominasi Transvision di Industri Pay TV

    30-09-2026 - 16.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Heboh Pengadaan Sprei di Badan Gizi Nasional
    • Dana Darurat NTT Cair Rp20 Miliar
    • Dominasi Transvision di Industri Pay TV
    • Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp17.894
    • Bansos Digital Siap Uji Coba 2027
    • Solusi Cerdas Beli Bus Listrik Pakai Karbon
    • Misteri Jam Operasional Kopdes Merah Putih
    • Bus Listrik Ubah Wajah Transportasi Jakarta
    Faktual News
    Home - Market - Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp17.894
    Market

    Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp17.894

    30-09-2026 - 16.2002 Mins Read0
    rupiah menguat tajam ke level rp17 894

    Faktual.news – Mata uang Garuda menunjukkan taringnya pada perdagangan Rabu (30/9) sore dengan mencatatkan penguatan yang cukup signifikan. Nilai tukar rupiah berhasil menyentuh level Rp17.894 per dolar AS, sebuah pergerakan positif yang memberikan angin segar bagi stabilitas ekonomi domestik. Jika dibandingkan dengan sesi perdagangan sebelumnya, mata uang kebanggaan Indonesia ini melonjak sebanyak 87 poin atau setara dengan kenaikan sebesar 0,48 persen.

    Tren penguatan rupiah ini tidak terjadi di ruang hampa. Pergerakan positif mata uang Indonesia ini berjalan selaras dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga menunjukkan performa impresif terhadap dolar AS. Berbagai mata uang regional tercatat mengalami apresiasi, di antaranya adalah Yuan China yang naik tipis 0,02 persen, serta Ringgit Malaysia yang juga menguat 0,02 persen.

    Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp17.894
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Kenaikan juga terlihat pada dolar Singapura yang naik 0,09 persen, Yen Jepang yang melesat 0,21 persen, dan dolar Hong Kong yang bergerak naik 0,01 persen. Meski demikian, tidak semua mata uang di Asia mengalami keberuntungan yang sama. Peso Filipina terpantau sedikit melemah 0,12 persen, sementara Won Korea Selatan mengalami depresiasi tipis sebesar 0,07 persen terhadap dolar AS.

    Di pasar global, pergerakan mata uang utama negara-negara maju menunjukkan dinamika yang bervariasi. Euro Eropa tercatat menguat 0,06 persen, diikuti oleh Poundsterling Inggris yang naik 0,25 persen. Dolar Kanada juga mengalami kenaikan tipis 0,04 persen, sementara Franc Swiss menguat 0,07 persen. Di sisi lain, dolar Australia justru menunjukkan tren sebaliknya dengan mengalami pelemahan sebesar 0,17 persen.

    Menanggapi fenomena penguatan ini, analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya. Menurutnya, langkah agresif Bank Indonesia (BI) melalui intervensi pasar menjadi faktor kunci yang mendorong rupiah kembali ke jalur positif. BI dinilai sangat jeli dalam memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS serta tren penurunan harga minyak mentah dunia untuk memperkuat posisi rupiah.

    "Rupiah ditutup menguat cukup besar terhadap dolar AS, didukung oleh intervensi BI yang memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak mentah dunia," ungkap Lukman saat memberikan keterangannya kepada faktual.news.

    Lebih lanjut, Lukman menjelaskan bahwa indeks dolar AS mengalami koreksi yang cukup berarti. Hal ini dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan hasil lebih lemah dari ekspektasi pasar. Selain itu, pernyataan bernada dovish dari Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, turut memberikan tekanan pada dolar AS, yang pada akhirnya membuka jalan bagi penguatan mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Heboh Pengadaan Sprei di Badan Gizi Nasional

      30-09-2026 - 18.55

      Dana Darurat NTT Cair Rp20 Miliar

      30-09-2026 - 18.20

      Dominasi Transvision di Industri Pay TV

      30-09-2026 - 16.55

      Bansos Digital Siap Uji Coba 2027

      30-09-2026 - 14.55

      Solusi Cerdas Beli Bus Listrik Pakai Karbon

      30-09-2026 - 14.20

      Misteri Jam Operasional Kopdes Merah Putih

      30-09-2026 - 12.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Heboh Pengadaan Sprei di Badan Gizi Nasional
      • Dana Darurat NTT Cair Rp20 Miliar
      • Dominasi Transvision di Industri Pay TV
      • Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp17.894
      • Bansos Digital Siap Uji Coba 2027

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.