Faktual.news – Transformasi sistem transportasi publik di Jakarta kini memasuki babak baru yang lebih modern dan inklusif. Penggunaan bus listrik bukan sekadar upaya mengurangi polusi udara, melainkan telah menjadi katalisator utama bagi reformasi layanan transportasi massal yang lebih manusiawi. Hal ini ditegaskan oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) yang melihat adanya peluang besar untuk memperbaiki kualitas layanan publik melalui transisi energi hijau.
Gonggomtua Sitanggang, selaku Southeast Asia Director ITDP, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2021, pihaknya telah mendampingi Transjakarta dalam melakukan perombakan layanan. Fokus utamanya adalah memanfaatkan momentum pengadaan armada bus listrik untuk memperbaiki standar kenyamanan dan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Kami menggunakan peluang ini untuk melakukan reformasi layanan secara menyeluruh," ujar Gonggomtua dalam acara Evolution Indonesia Forum 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (30/9).
Salah satu aspek krusial dalam reformasi ini adalah pendekatan berbasis kebutuhan pengguna. Sebelum bus listrik mulai dioperasikan, ITDP melakukan diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pengguna aktif Transjakarta. Menariknya, diskusi ini secara khusus menyasar kelompok rentan dan penyandang disabilitas guna memastikan bahwa teknologi baru ini tidak meninggalkan siapa pun.
Dari hasil diskusi tersebut, muncul berbagai masukan penting untuk meningkatkan pengalaman berkendara. Beberapa fasilitas yang kini mulai diintegrasikan dalam pengadaan bus listrik baru meliputi papan informasi audio-visual yang menyajikan data perjalanan secara real-time, hingga penyediaan tombol pemberhentian yang dilengkapi huruf Braille untuk


