Faktual.news – Perum Bulog secara resmi mengumumkan kebijakan baru dalam menyalurkan stok pangan nasional guna mendukung program strategis pemerintah. Perusahaan umum pengelola logistik pangan ini berkomitmen untuk menyuplai produk Beras Kita Medium ke jaringan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih (KDKMP) tanpa adanya batasan kuota pemesanan.
Langkah berani ini diambil sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dengan kebijakan tanpa batas ini, pemerintah berharap ketersediaan bahan pangan pokok di tingkat desa dan kelurahan dapat terjaga dengan stabil, sekaligus memastikan harga beras tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa pihaknya telah siap memenuhi permintaan beras sebanyak apa pun yang diajukan oleh jaringan koperasi tersebut. Hal ini dilakukan agar distribusi pangan tidak terhambat oleh regulasi kuota yang biasanya diterapkan pada jalur distribusi lainnya.
"Kami akan siapkan sebanyak yang diminta. Jadi, kami tidak akan membatasi jumlahnya," ujar Rizal saat memberikan keterangan di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (29/9).
Rizal menjelaskan bahwa keputusan untuk menghapus batasan kuota ini merupakan instruksi langsung dari Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria. Instruksi tersebut bertujuan agar Bulog memberikan dukungan maksimal terhadap program strategis nasional yang sedang digalakkan oleh pemerintah pusat.
Ia juga memberikan catatan mengenai perbedaan aturan antara pengecer umum dengan jaringan Kopdes Merah Putih. Jika pengecer biasa harus mengikuti aturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan batas pemesanan maksimal 2 ton per transaksi, maka skema untuk KDKMP akan berbeda. Pemesanan melalui Agrinas Pangan akan diproses sesuai volume yang diminta melalui aplikasi SPHP tanpa ada pembatasan jumlah.
Sebagai tahap awal, pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk menjalankan proyek percontohan (pilot project). Sebelum pertengahan Oktober mendatang, setidaknya akan ada 100 titik KDKMP yang mulai menerima pasokan beras dari Bulog.
"Alhamdulillah, dalam pertemuan yang dipimpin oleh Menko, telah diputuskan bahwa sebelum 20 Oktober, minimal harus ada 100 KDKMP yang siap menjadi proyek percontohan. Harapannya, distribusi ini berjalan lengkap dan lancar," tambah Rizal.
Pihak Bulog kini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Kemenko Pangan untuk memetakan titik-titik koperasi yang akan menjadi prioritas utama. Rizal bahkan menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka jika jumlah koperasi yang terlibat bisa melampaui target awal 100 titik tersebut.
Terkait jenis produk yang akan didistribusikan, Bulog memastikan bahwa beras yang dialokasikan untuk jaringan Kopdes Merah Putih adalah beras kualitas medium. Hal ini dikarenakan produk tersebut merupakan bagian dari komoditas subsidi pemerintah yang ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat luas. Dengan adanya skema ini, diharapkan ketahanan pangan di tingkat akar rumput dapat diperkuat secara signifikan.


