Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rahasia Agar Rupiah Tidak Sekadar Menumpuk

    08-10-2026 - 21.55

    Alasan Peternak Demo Buang Telur

    08-10-2026 - 21.20

    Misi Udara Bersih Jakarta Butuh Aksi Kolektif

    08-10-2026 - 18.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Rahasia Agar Rupiah Tidak Sekadar Menumpuk
    • Alasan Peternak Demo Buang Telur
    • Misi Udara Bersih Jakarta Butuh Aksi Kolektif
    • Misteri Utang Jumbo WIKA Terungkap
    • Ketegangan Produk Indonesia di Malaysia
    • Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.915
    • Misteri Aliran Dividen Danantara
    • Pabrik Raksasa Korea di Pasuruan Beroperasi
    Faktual News
    Home - Market - Rahasia Agar Rupiah Tidak Sekadar Menumpuk
    Market

    Rahasia Agar Rupiah Tidak Sekadar Menumpuk

    08-10-2026 - 21.5502 Mins Read0
    rahasia agar rupiah tidak sekadar menumpuk

    Faktual.news – Ketersediaan uang yang melimpah di pasar keuangan ternyata bukan jaminan otomatis bagi kemajuan ekonomi sebuah negara. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan peringatan penting bahwa likuiditas yang tinggi tidak akan memberikan dampak nyata jika tidak mampu mengalir ke sektor-sektor yang produktif. Tanpa adanya perputaran uang yang aktif, nilai rupiah hanya akan menjadi angka yang diam tanpa memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

    Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu, Noor Faisal Achmad, menekankan bahwa esensi dari likuiditas terletak pada aktivitas transaksi yang terjadi. Dalam sebuah forum ekonomi di Jakarta Pusat, ia menjelaskan bahwa uang yang hanya mengendap di lembaga keuangan tidak akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    Rahasia Agar Rupiah Tidak Sekadar Menumpuk
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Rupiah yang diam belum menjadi aktivitas ekonomi. Likuiditas menjadi bermakna ketika transaksi yang produktif terjadi," tegas Noor saat berbicara dalam acara Mata Lokal Fest 2026.

    Menurut Noor, dampak nyata dari ketersediaan dana baru akan terasa ketika uang tersebut menyentuh akar rumput. Ia memberikan beberapa contoh konkret, seperti petani yang memiliki modal untuk membiayai musim tanam, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mampu membeli bahan baku serta peralatan produksi, hingga para eksportir yang memiliki kemampuan untuk memperluas kapasitas produksinya.

    Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang stabil, Noor menyebutkan perlunya sinergi yang kuat antara berbagai elemen ekonomi. Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara kebijakan fiskal, kebijakan moneter, sektor keuangan, dan sektor riil dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Kebijakan fiskal berperan dalam membuka peluang, kebijakan moneter menjaga stabilitas, sementara sektor keuangan bertugas menyalurkan tabungan masyarakat menjadi pembiayaan produktif.

    Sebagai mesin penggerak, belanja negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memegang peran krusial sebagai katalis investasi dan pembangunan infrastruktur. Hingga Agustus 2026, realisasi belanja pemerintah telah mencapai angka Rp1.791,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp159,8 triliun dialokasikan khusus untuk belanja modal guna mendukung infrastruktur dasar, seperti pembangunan jalan dan sistem irigasi.

    Namun, di tengah tantangan geopolitik global yang penuh ketidakpastian, Noor mengingatkan bahwa ketahanan ekonomi sangat bergantung pada kredibilitas tata kelola fiskal. Ia mencatat bahwa defisit anggaran per Agustus 2026 berada di angka Rp240,1 triliun atau sekitar 0,96 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

    Ia menutup dengan pesan mendalam bahwa kepercayaan pasar adalah aset ekonomi yang paling berharga. Kepercayaan tersebut tidak bisa dibangun hanya melalui retorika atau komunikasi semata, melainkan harus dibuktikan melalui konsistensi antara kebijakan yang diambil, kekuatan institusi, dan hasil nyata yang dirasakan oleh masyarakat.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Alasan Peternak Demo Buang Telur

      08-10-2026 - 21.20

      Misi Udara Bersih Jakarta Butuh Aksi Kolektif

      08-10-2026 - 18.55

      Misteri Utang Jumbo WIKA Terungkap

      08-10-2026 - 18.20

      Ketegangan Produk Indonesia di Malaysia

      08-10-2026 - 16.55

      Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.915

      08-10-2026 - 16.20

      Misteri Aliran Dividen Danantara

      08-10-2026 - 14.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Rahasia Agar Rupiah Tidak Sekadar Menumpuk
      • Alasan Peternak Demo Buang Telur
      • Misi Udara Bersih Jakarta Butuh Aksi Kolektif
      • Misteri Utang Jumbo WIKA Terungkap
      • Ketegangan Produk Indonesia di Malaysia

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.