Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ketegangan Produk Indonesia di Malaysia

    08-10-2026 - 16.55

    Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.915

    08-10-2026 - 16.20

    Misteri Aliran Dividen Danantara

    08-10-2026 - 14.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Ketegangan Produk Indonesia di Malaysia
    • Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.915
    • Misteri Aliran Dividen Danantara
    • Pabrik Raksasa Korea di Pasuruan Beroperasi
    • Harga Cabai Meroket Ibu Rumah Tangga Menjerit
    • Isu Jam Kerja 45 Jam Bikin Heboh
    • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Drastis
    • Aturan Baru Ojol Segera Terbit
    Faktual News
    Home - Market - Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.915
    Market

    Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.915

    08-10-2026 - 16.2003 Mins Read0
    rupiah terpuruk ke level rp17 915

    Faktual.news – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren negatif pada perdagangan Kamis (8/10) sore. Mata uang kebanggaan Indonesia tersebut ditutup melemah ke level Rp17.915 per dolar AS. Jika dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda ini mengalami penyusutan sebesar 28 poin atau setara dengan penurunan 0,16 persen.

    Kondisi pelemahan ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan Asia yang bergerak sangat bervariasi terhadap dolar AS. Di kawasan Asia sendiri, terdapat perbedaan performa yang cukup mencolok antar mata uang negara tetangga. Sejumlah mata uang seperti Yuan China tercatat mengalami penguatan tipis sebesar 0,06 persen, sementara dolar Hong Kong juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 0,01 persen.

    Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.915
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Namun, mayoritas mata uang di Asia justru mengalami tekanan. Peso Filipina menjadi salah satu yang paling terdampak dengan depresiasi mencapai 0,21 persen. Selain itu, Won Korea Selatan juga melemah 0,17 persen. Mata uang lainnya seperti dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan Yen Jepang juga tidak luput dari koreksi dengan angka pelemahan di kisaran 0,04 hingga 0,11 persen.

    Situasi serupa juga terlihat pada mata uang utama negara-negara maju. Sebagian besar mata uang global seperti Euro, Poundsterling Inggris, dolar Australia, dan Franc Swiss mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Hanya dolar Kanada yang tercatat sedikit menguat sebesar 0,01 persen di tengah gempuran penguatan dolar AS.

    Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Menurutnya, penguatan indeks dolar AS (DXY) dan kenaikan imbal hasil US Treasury (UST) menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah.

    "Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah DXY, yield UST, dan harga minyak mentah dunia yang kembali naik akibat adanya ancaman serangan militer AS terhadap Iran," ujar Lukman saat memberikan keterangannya kepada faktual.news, Kamis (8/10).

    Selain faktor geopolitik yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, kondisi ekonomi dalam negeri juga turut memberikan beban tambahan bagi rupiah. Lukman menjelaskan bahwa data ekonomi domestik menunjukkan adanya penurunan pada indeks kepercayaan konsumen Indonesia.

    "Data yang menunjukkan penurunan pada indeks kepercayaan konsumen Indonesia, dari angka 118,5 menjadi 118,1, turut menjadi faktor yang membebani pergerakan rupiah di pasar," tambahnya.

    Kombinasi antara ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang memperkuat dolar AS serta melemahnya sentimen konsumen di dalam negeri membuat rupiah sulit untuk menguat dalam perdagangan sore ini. Para pelaku pasar kini tengah menanti perkembangan situasi global, terutama terkait ketegangan antara AS dan Iran, yang diprediksi akan terus memengaruhi volatilitas mata uang di pasar global.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Ketegangan Produk Indonesia di Malaysia

      08-10-2026 - 16.55

      Misteri Aliran Dividen Danantara

      08-10-2026 - 14.55

      Pabrik Raksasa Korea di Pasuruan Beroperasi

      08-10-2026 - 14.20

      Harga Cabai Meroket Ibu Rumah Tangga Menjerit

      08-10-2026 - 12.55

      Isu Jam Kerja 45 Jam Bikin Heboh

      08-10-2026 - 12.20

      Harga Emas Antam Hari Ini Turun Drastis

      08-10-2026 - 10.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Ketegangan Produk Indonesia di Malaysia
      • Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.915
      • Misteri Aliran Dividen Danantara
      • Pabrik Raksasa Korea di Pasuruan Beroperasi
      • Harga Cabai Meroket Ibu Rumah Tangga Menjerit

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.