Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Misi Udara Bersih Jakarta Butuh Aksi Kolektif

    08-10-2026 - 18.55

    Misteri Utang Jumbo WIKA Terungkap

    08-10-2026 - 18.20

    Ketegangan Produk Indonesia di Malaysia

    08-10-2026 - 16.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Misi Udara Bersih Jakarta Butuh Aksi Kolektif
    • Misteri Utang Jumbo WIKA Terungkap
    • Ketegangan Produk Indonesia di Malaysia
    • Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.915
    • Misteri Aliran Dividen Danantara
    • Pabrik Raksasa Korea di Pasuruan Beroperasi
    • Harga Cabai Meroket Ibu Rumah Tangga Menjerit
    • Isu Jam Kerja 45 Jam Bikin Heboh
    Faktual News
    Home - Market - Misi Udara Bersih Jakarta Butuh Aksi Kolektif
    Market

    Misi Udara Bersih Jakarta Butuh Aksi Kolektif

    08-10-2026 - 18.5503 Mins Read0
    misi udara bersih jakarta butuh aksi kolektif

    Faktual.news – Persoalan polusi udara di wilayah metropolitan tidak lagi bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan satu instansi atau satu wilayah administratif saja. Menghadapi ancaman kualitas udara yang kian memburuk, diperlukan sinergi nyata antara pemerintah, akademisi, hingga sektor swasta untuk mengubah hasil riset menjadi kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.

    Dalam diskusi bertajuk Clean Air for Greater Jakarta: From Evidence to Investment and Action yang digelar di Jakarta, Rabu (7/10), Profesor Teknik Lingkungan ITB, Puji Lestari, menekankan pentingnya kebijakan berbasis data ilmiah yang akurat. Menurutnya, pengukuran kualitas udara yang presisi adalah fondasi utama untuk menentukan langkah intervensi yang tepat sasaran.

    Misi Udara Bersih Jakarta Butuh Aksi Kolektif
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Data tersebut merupakan basic science yang harus menjadi dasar bagi para pengambil kebijakan," ujar Puji. Ia juga mendorong agar kualitas udara dijadikan salah satu indikator kinerja utama dalam pembangunan nasional maupun regional, serta di sektor usaha. Dengan menjadikannya indikator resmi, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen kuat untuk mencapai kualitas udara yang lebih sehat.

    Data dari tim ITB memberikan fakta mengejutkan bahwa sekitar 38,5 persen partikel halus PM2,5 di Jakarta sebenarnya berasal dari wilayah penyangga di sekitarnya. Hal ini membuktikan bahwa upaya menurunkan emisi hanya di dalam wilayah Jakarta saja tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan langkah serupa di daerah tetangga.

    Senada dengan hal tersebut, Executive Director Yayasan Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB), Suzanty Sitorus, menyarankan penggunaan pendekatan air shed atau wilayah tangkapan udara. Dengan pendekatan ini, penanganan polusi tidak lagi dibatasi oleh sekat administratif atau sektor tertentu, melainkan fokus pada aliran udara yang saling terhubung antarwilayah.

    "Kita tidak bisa mengatasi polusi Jakarta hanya oleh pemerintah Jakarta sendirian. Perlu ada perencanaan dan koordinasi kolektif pada skala di mana Jakarta berfungsi," tegas Suzanty.

    Di sisi lain, Systemiq telah meluncurkan studi Jakarta Clean Air Investment Roadmap yang memetakan peluang investasi untuk udara bersih. Studi ini menyoroti tiga sektor krusial: transportasi, industri, dan pengelolaan sampah. Batari Saraswati, Senior Director Systemiq, mengungkapkan bahwa dibutuhkan dana katalitik sekitar US$900 juta pada periode 2027-2030 untuk memicu investasi swasta yang jauh lebih besar, yakni mencapai US$53 miliar.

    Salah satu fokus utama adalah elektrifikasi armada transportasi, mulai dari ojek daring hingga mikrobus Transjakarta. Selain itu, perbaikan infrastruktur pendukung seperti jalur pejalan kaki dan fasilitas park and ride menjadi kunci untuk meningkatkan penggunaan angkutan umum yang saat ini baru mencapai 20 persen.

    Transisi ke kendaraan listrik, terutama pada sektor logistik, juga menjadi prioritas. Dimas Nu’man Fadhil dari WRI Indonesia menyebutkan bahwa truk logistik menyumbang hampir sepertiga emisi transportasi darat. Oleh karena itu, penyediaan infrastruktur pengisian daya (SPKLU) antarwilayah sangat mendesak untuk mendukung koridor logistik hijau.

    Meski potensi penghematan anggaran subsidi bahan bakar sangat besar, tantangan biaya akuisisi armada listrik masih menjadi kendala bagi pelaku UMKM. Para ahli menyarankan perlunya skema pendanaan yang lebih terjangkau serta sistem tukar baterai (battery swap) untuk menekan biaya operasional. Sinergi menyeluruh antara pemerintah pusat, daerah, dan industri menjadi kunci utama demi mewujudkan langit biru di Indonesia.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Misteri Utang Jumbo WIKA Terungkap

      08-10-2026 - 18.20

      Ketegangan Produk Indonesia di Malaysia

      08-10-2026 - 16.55

      Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.915

      08-10-2026 - 16.20

      Misteri Aliran Dividen Danantara

      08-10-2026 - 14.55

      Pabrik Raksasa Korea di Pasuruan Beroperasi

      08-10-2026 - 14.20

      Harga Cabai Meroket Ibu Rumah Tangga Menjerit

      08-10-2026 - 12.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Misi Udara Bersih Jakarta Butuh Aksi Kolektif
      • Misteri Utang Jumbo WIKA Terungkap
      • Ketegangan Produk Indonesia di Malaysia
      • Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.915
      • Misteri Aliran Dividen Danantara

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.