Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mengapa Ekonomi Vietnam Melaju Pesat

    07-10-2026 - 18.55

    Nonton MotoGP Mandalika Jadi Lebih Hemat

    07-10-2026 - 18.20

    Bahlil Buka Suara Soal Gaji Rangkap Menteri

    07-10-2026 - 16.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Mengapa Ekonomi Vietnam Melaju Pesat
    • Nonton MotoGP Mandalika Jadi Lebih Hemat
    • Bahlil Buka Suara Soal Gaji Rangkap Menteri
    • Ojol dan Kreator Konten Kini Resmi Jadi Pekerja
    • Kabar Gembira Pekerja Kontrak Dapat Pesangon
    • Truk Listrik Butuh Subsidi Segera
    • Bantuan Beras 30 Kg Cair Pekan Ini
    • Strategi Baru Pemerintah Dongkrak Properti
    Faktual News
    Home - Market - Mengapa Ekonomi Vietnam Melaju Pesat
    Market

    Mengapa Ekonomi Vietnam Melaju Pesat

    07-10-2026 - 18.5503 Mins Read0
    mengapa ekonomi vietnam melaju pesat

    Faktual.news – Persaingan ekonomi di kawasan Asia Tenggara semakin memanas seiring dengan performa ekonomi Vietnam yang menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat agresif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor kunci yang membuat Vietnam mampu melesat lebih cepat dibandingkan Indonesia. Salah satu poin utama yang disoroti adalah kemampuan negara tetangga tersebut dalam melakukan lompatan struktur industri yang sangat signifikan.

    Dalam keterangannya pada acara BIG Downstream Insights 2026 di Jakarta Selatan, Airlangga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan mencolok dalam tingkatan industri antara Indonesia dan Vietnam. Saat ini, Indonesia masih banyak berfokus pada sektor agrowisata di tingkatan pertama (tier 1) serta industri manufaktur dasar di tingkatan kedua (tier 2). Sebaliknya, Vietnam telah berhasil menembus industri teknologi tinggi yang masuk dalam kategori tier 3.

    Mengapa Ekonomi Vietnam Melaju Pesat
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Jika kita ingin mengejar pertumbuhan ekonomi Vietnam yang bisa mencapai angka 9 persen, sementara kita rata-rata masih di angka 5 persen, maka Indonesia harus segera melakukan akselerasi di sektor digitalisasi, semikonduktor, hingga kecerdasan buatan (AI). Itulah keunggulan yang sudah lebih dulu dilakukan oleh Vietnam," ujar Airlangga.

    Selain sektor teknologi, faktor ketersediaan lahan untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi pembeda yang sangat kontras. Airlangga memaparkan bahwa luas KEK di Indonesia hanya berkisar di angka 24 ribu hektar. Angka ini terasa sangat kecil jika dibandingkan dengan Vietnam yang memiliki luas KEK mencapai 2 juta hektar. Skala yang masif ini, ditambah dengan kepastian hukum dan pelayanan yang sangat baik bagi investor asing, membuat Vietnam menjadi magnet investasi yang sangat kuat di mata dunia.

    Lebih lanjut, Vietnam juga sangat proaktif dalam mengamankan akses pasar internasional. Mereka telah lebih dulu mengesahkan perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (CEPA) dengan Uni Eropa, sebuah langkah yang belum sepenuhnya serupa dengan Indonesia. Selain itu, Vietnam juga berhasil mengantongi kesepakatan tarif yang sangat menguntungkan dari Amerika Serikat, sehingga produk ekspor mereka dapat masuk ke pasar negara maju dengan biaya yang lebih murah dan waktu yang lebih cepat.

    Namun, Airlangga memberikan catatan penting bahwa Vietnam memiliki keterbatasan dalam hal kekuatan pasar domestik. Berbeda dengan Indonesia yang memiliki pasar dalam negeri yang sangat besar, Vietnam sangat bergantung pada pasar luar negeri. Hal ini memaksa seluruh investasi yang masuk ke Vietnam harus berorientasi sepenuhnya pada ekspor.

    Berdasarkan data ekonomi terbaru, pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal III tahun 2026 menunjukkan peningkatan yang didorong oleh kinerja ekspor yang kuat serta pembangunan infrastruktur yang masif. Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait kenaikan biaya impor akibat dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi defisit perdagangan mereka.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Nonton MotoGP Mandalika Jadi Lebih Hemat

      07-10-2026 - 18.20

      Bahlil Buka Suara Soal Gaji Rangkap Menteri

      07-10-2026 - 16.55

      Ojol dan Kreator Konten Kini Resmi Jadi Pekerja

      07-10-2026 - 16.20

      Kabar Gembira Pekerja Kontrak Dapat Pesangon

      07-10-2026 - 14.55

      Truk Listrik Butuh Subsidi Segera

      07-10-2026 - 14.20

      Bantuan Beras 30 Kg Cair Pekan Ini

      07-10-2026 - 12.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Mengapa Ekonomi Vietnam Melaju Pesat
      • Nonton MotoGP Mandalika Jadi Lebih Hemat
      • Bahlil Buka Suara Soal Gaji Rangkap Menteri
      • Ojol dan Kreator Konten Kini Resmi Jadi Pekerja
      • Kabar Gembira Pekerja Kontrak Dapat Pesangon

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.