Faktual.news – Kabar baik bagi jutaan keluarga di Indonesia yang tengah menghadapi tantangan ekonomi. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan memastikan bahwa program bantuan pangan berupa beras akan segera digelontorkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah mulai pekan ini. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta meringankan beban pengeluaran rumah tangga di penghujung tahun.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, memberikan kepastian bahwa skema penyaluran bantuan kali ini akan dilakukan secara berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya bantuan diberikan secara bertahap setiap bulan, kali ini pemerintah memutuskan untuk melakukan sistem rapel. Artinya, bantuan untuk periode Oktober, November, hingga Desember akan disalurkan sekaligus dalam satu waktu.

Dalam keterangannya di Makassar pada Rabu (7/10), Zulhas menjelaskan bahwa setiap penerima manfaat akan mendapatkan total 30 kilogram beras. Jumlah ini merupakan akumulasi dari jatah tiga bulan yang diberikan secara langsung. Program ini ditargetkan menyasar sekitar 33,2 juta jiwa masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
"Sudah siap. Minggu-minggu ini akan mulai dikirim. Kali ini sistemnya dirapel sekaligus. Jadi untuk kebutuhan Oktober, November, dan Desember, masyarakat langsung menerima 30 kilogram," ujar Zulhas kepada awak media. Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak perlu merasa cemas atau ragu, karena stok pangan tersebut telah dipastikan tersedia dan siap didistribusikan ke seluruh wilayah.
Tidak hanya menyasar kelompok masyarakat miskin melalui bantuan langsung, pemerintah juga menyiapkan strategi untuk kelompok masyarakat menengah yang terdampak kenaikan harga. Pemerintah telah menyiapkan cadangan beras bersubsidi sebanyak 1 juta ton. Beras ini ditujukan bagi warga yang masih mampu membeli beras secara mandiri namun membutuhkan harga yang lebih ekonomis dan terjangkau.
Beras bersubsidi tersebut dipatok dengan harga Rp12.500 per kilogram. Saat ini, Bulog telah mulai mendistribusikan stok tersebut ke berbagai pasar tradisional. Selain melalui pasar, pemerintah juga berencana memperluas jangkauan distribusi melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar akses masyarakat di pelosok desa menjadi lebih mudah.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah mengantisipasi lonjakan harga komoditas protein seperti telur dan ayam. Strategi yang diambil adalah dengan menjaga stabilitas harga pakan ternak. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui pelelangan stok jagung milik Bulog yang saat ini mencapai 140 ribu ton. Dengan melelang jagung pada kisaran harga Rp5.000 hingga Rp5.500 per kilogram, diharapkan biaya produksi para pelaku UMKM peternak dapat ditekan, sehingga harga telur dan ayam di pasar tetap stabil hingga akhir tahun.


