Faktual News – Pasar logam mulia kembali bergejolak dengan sentimen positif yang kuat. Menjelang momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, harga emas dari berbagai produsen ternama seperti Antam, Galeri24, dan UBS secara kompak menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Lonjakan ini tercatat pada perdagangan Rabu, 24 Desember 2025, menandai peningkatan beruntun yang menarik perhatian para investor dan pengamat ekonomi di penghujung tahun.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laman Sahabat Pegadaian, emas produk Galeri24 kini dibanderol seharga Rp2.594.000 per gram, melonjak Rp58.000 dari posisi sebelumnya di Rp2.536.000 per gram. Tak kalah, emas merek UBS juga mengalami kenaikan serupa, mencapai Rp2.652.000 per gram. Angka ini menunjukkan kenaikan Rp58.000 dari harga sebelumnya yang berada di Rp2.536.000 per gram. Fenomena ini mengindikasikan adanya peningkatan permintaan yang cukup kuat di pasar domestik menjelang periode libur.
Tren positif ini juga merambat ke harga emas Antam. Mengutip informasi dari laman resmi Logam Mulia, harga jual emas Antam kini bertengger di level Rp2.590.000 per gram. Angka ini menunjukkan kenaikan Rp29.000 dari harga penutupan sebelumnya yang berada di Rp2.561.000 per gram. Meskipun kenaikannya tidak setajam Galeri24 dan UBS dalam nominal absolut, persentase kenaikan Antam tetap signifikan dan memperkuat sentimen bullish di pasar emas domestik.
Kenaikan harga emas menjelang periode libur panjang seperti Nataru seringkali diinterpretasikan sebagai respons pasar terhadap berbagai faktor. Emas, yang dikenal sebagai aset safe haven, cenderung diminati saat ketidakpastian ekonomi atau menjelang periode di mana aktivitas pasar konvensional melambat. Investor mungkin melihat emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang berpotensi meningkat atau sebagai pilihan investasi yang stabil di tengah gejolak pasar lainnya. Lonjakan harga ini juga bisa didorong oleh peningkatan permintaan musiman dari masyarakat untuk tujuan hadiah atau investasi jangka pendek.
Dengan demikian, para investor dan calon pembeli emas disarankan untuk terus memantau pergerakan harga dengan cermat. Meskipun tren saat ini menunjukkan kenaikan yang menjanjikan, dinamika pasar emas bisa berubah sewaktu-waktu dipengaruhi oleh kebijakan moneter global, sentimen pasar, dan kondisi ekonomi makro yang lebih luas.
