Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (7/11/2025) dengan torehan gemilang, melesat ke level 8.394,59. Kenaikan sebesar 0,69 persen ini mengantarkan IHSG mencetak rekor tertinggi baru (All Time High/ATH) di posisi 8.398,76, menandai optimisme pasar jelang akhir pekan.
Berdasarkan data dari RTI Business, dinamika pasar terlihat dari 288 saham yang berhasil menguat, berbanding 319 saham yang mengalami koreksi, sementara 202 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan hari ini cukup tinggi dengan volume mencapai 26,36 miliar saham, frekuensi transaksi sebanyak 2,01 juta kali, dan nilai transaksi mencapai Rp15,67 triliun.
Kinerja positif IHSG juga tercermin pada indeks-indeks utama lainnya. IDX30 naik 0,32 persen ke level 444,21, JII menguat 0,41 persen menjadi 577,78, Sri-Kehati melonjak 0,73 persen ke 387,44, dan LQ45 bertambah 0,69 persen menjadi 853,50.
Sektor infrastruktur menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan signifikan sebesar 2,42 persen. Sektor properti juga tak kalah impresif dengan penguatan 1,98 persen, diikuti oleh sektor energi yang naik 1,81 persen, dan sektor teknologi yang tumbuh 1,05 persen. Sektor keuangan, kesehatan, dan bahan baku turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,41 persen, 0,57 persen, dan 0,19 persen.
Meskipun demikian, tidak semua sektor bernasib sama. Sektor non-siklikal mengalami koreksi sebesar 0,70 persen, diikuti oleh sektor transportasi (-0,38 persen), industrial (-0,27 persen), dan siklikal (-0,20 persen).
Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi (top gainers) antara lain PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Sebaliknya, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar (top losers) adalah PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).
Sementara itu, tiga saham yang paling aktif diperdagangkan hari ini adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).
