Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Misi Kemanusiaan di HUT Ke-28 Bank Mandiri

    05-10-2026 - 12.55

    Emas Digital BRI Meledak Drastis

    05-10-2026 - 12.20

    Daftar PO Bus Paling Banyak Melanggar

    05-10-2026 - 10.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Misi Kemanusiaan di HUT Ke-28 Bank Mandiri
    • Emas Digital BRI Meledak Drastis
    • Daftar PO Bus Paling Banyak Melanggar
    • Harga Minyak Dunia Anjlok Drastis
    • Harga Kedelai Melonjak Tajam
    • Pemerintah Siapkan Dana Rp31 Triliun
    • Detik Detik Bandara Soetta Lumpuh Total
    • Strategi Baru Dongkrak Ekonomi Tenun NTT
    Faktual News
    Home - Market - Harga Minyak Dunia Anjlok Drastis
    Market

    Harga Minyak Dunia Anjlok Drastis

    05-10-2026 - 10.2003 Mins Read0
    harga minyak dunia anjlok drastis

    Faktual.news – Pasar energi global tengah mengalami guncangan signifikan setelah harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (5/10). Penurunan ini dipicu oleh langkah strategis negara-negara anggota G7 yang memutuskan untuk melepas cadangan minyak darurat mereka ke pasar guna menjaga stabilitas pasokan energi dunia.

    Berdasarkan data terbaru, harga minyak mentah Brent berjangka mengalami penurunan sebesar 35 sen atau turun 0,34 persen, sehingga menyentuh level US$101,90 per barel. Kondisi serupa juga dialami oleh minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) milik Amerika Serikat yang merosot 62 sen atau 0,68 persen ke posisi US$90,49 per barel. Penurunan ini menandai tren negatif yang cukup terasa, mengingat sebelumnya harga sempat menunjukkan tren penguatan.

    Harga Minyak Dunia Anjlok Drastis
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Langkah G7 dalam melepaskan 100 juta barel diesel dan minyak mentah dari cadangan darurat pada akhir pekan lalu menjadi faktor kunci di balik merosotnya harga ini. Selain itu, blok negara maju tersebut juga berkomitmen untuk tidak memberlakukan pembatasan ekspor energi, sebuah langkah yang diambil menyusul desakan kuat dari Presiden AS Donald Trump.

    Selain intervensi dari G7, peningkatan volume ekspor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah turut menjadi faktor penekan harga. Meskipun terjadi ketegangan di Selat Hormuz, volume ekspor dari kawasan tersebut dilaporkan mulai melampaui level sebelum konflik pecah pada akhir September lalu.

    Tim Waterer, Kepala Analis di KCM Trade, mengungkapkan bahwa keputusan G7 telah berhasil meredam kekhawatiran pasar terkait potensi gangguan pasokan dalam jangka pendek. Ia mencatat adanya indikasi kuat bahwa volume ekspor dari Arab Saudi mulai pulih ke level normal, meskipun biaya pengiriman masih relatif tinggi akibat rute yang kurang efisien. "Kombinasi antara pelepasan cadangan G7 dan pulihnya ekspor Timur Tengah cukup kuat untuk menekan harga saat ini," ujar Waterer.

    Namun, meski harga sedang turun, ketidakpastian geopolitik tetap menjadi hantu bagi pasar energi global. Ketegangan di Timur Tengah terus memanas, terutama setelah kelompok Houthi mengklaim telah meluncurkan serangan rudal balistik dan drone ke fasilitas milik Saudi Aramco di Riyadh dan wilayah Khurais. Serangan ini merupakan balasan atas operasi militer koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman.

    Situasi yang tidak menentu ini juga berdampak pada kebijakan organisasi produsen minyak. OPEC+ akhirnya memutuskan untuk menunda peninjauan kuota produksi minyak tahun 2027 bagi negara-negara anggotanya. Penundaan ini dilakukan karena eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mengganggu proyek-proyek peningkatan kapasitas produksi di Timur Tengah.

    Selain faktor Timur Tengah, ancaman gangguan pasokan juga mengintai dari wilayah Eropa. Rencana Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk meningkatkan serangan terhadap kilang-kilang minyak di Rusia menambah daftar panjang risiko yang dapat memicu volatilitas harga minyak di masa mendatang.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Misi Kemanusiaan di HUT Ke-28 Bank Mandiri

      05-10-2026 - 12.55

      Emas Digital BRI Meledak Drastis

      05-10-2026 - 12.20

      Daftar PO Bus Paling Banyak Melanggar

      05-10-2026 - 10.55

      Harga Kedelai Melonjak Tajam

      05-10-2026 - 08.55

      Pemerintah Siapkan Dana Rp31 Triliun

      05-10-2026 - 08.20

      Detik Detik Bandara Soetta Lumpuh Total

      05-10-2026 - 05.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Misi Kemanusiaan di HUT Ke-28 Bank Mandiri
      • Emas Digital BRI Meledak Drastis
      • Daftar PO Bus Paling Banyak Melanggar
      • Harga Minyak Dunia Anjlok Drastis
      • Harga Kedelai Melonjak Tajam

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.