Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Misi Kemanusiaan di HUT Ke-28 Bank Mandiri

    05-10-2026 - 12.55

    Emas Digital BRI Meledak Drastis

    05-10-2026 - 12.20

    Daftar PO Bus Paling Banyak Melanggar

    05-10-2026 - 10.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Misi Kemanusiaan di HUT Ke-28 Bank Mandiri
    • Emas Digital BRI Meledak Drastis
    • Daftar PO Bus Paling Banyak Melanggar
    • Harga Minyak Dunia Anjlok Drastis
    • Harga Kedelai Melonjak Tajam
    • Pemerintah Siapkan Dana Rp31 Triliun
    • Detik Detik Bandara Soetta Lumpuh Total
    • Strategi Baru Dongkrak Ekonomi Tenun NTT
    Faktual News
    Home - Market - Harga Kedelai Melonjak Tajam
    Market

    Harga Kedelai Melonjak Tajam

    05-10-2026 - 08.5502 Mins Read0
    harga kedelai melonjak tajam

    Faktual.news – Keluhan mendalam datang dari para pelaku industri rumah tangga, khususnya perajin tahu dan tempe, akibat lonjakan harga kedelai yang kian tak terkendali. Bahan baku utama pangan rakyat ini dilaporkan mengalami kenaikan signifikan, dari yang sebelumnya berada di kisaran Rp9.500 per kilogram kini telah menembus angka Rp11.600 per kilogram. Kondisi ini memaksa para produsen untuk mengambil langkah sulit, yakni memperkecil ukuran produk mereka demi menyiasati biaya produksi yang membengkak tanpa harus menaikkan harga jual ke konsumen.

    Menanggapi fenomena ini, Kementerian Pertanian (Kementan) akhirnya angkat bicara mengenai akar permasalahan di balik mahalnya harga komoditas tersebut. Plt Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Gunawan, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang memicu kenaikan harga adalah ketidakseimbangan antara ketersediaan produksi dalam negeri dengan tingginya kebutuhan nasional. Produksi domestik saat ini dinilai belum mampu menyokong kebutuhan pasar secara menyeluruh, sehingga ketergantungan pada pasokan luar negeri masih sangat tinggi.

    Harga Kedelai Melonjak Tajam
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Sebagai langkah konkret untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah mengalokasikan bantuan benih kedelai untuk lahan seluas 50 ribu hektare pada tahun ini. Program ini dirancang sebagai stimulus bagi para petani guna meringankan beban biaya produksi selama masa budidaya. Target ambisius telah ditetapkan, di mana dari lahan tersebut diharapkan mampu menghasilkan produksi sebanyak 50 ribu ton. Bahkan, jika pemerintah turut memberikan bantuan sarana produksi (saprodi) tambahan seperti pupuk dan pestisida, angka produksi diharapkan bisa melonjak hingga lebih dari 75 ribu ton.

    Di sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) khusus untuk komoditas kedelai. Namun, Hermawan selaku Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas menegaskan bahwa SPHP bukanlah subsidi otomatis yang diberikan setiap kali harga naik. Intervensi ini dilakukan secara terukur dengan memantau perkembangan harga pasar dan kondisi pasokan di lapangan.

    Berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, intervensi SPHP kedelai hanya akan dilakukan apabila harga pasar sudah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP). Saat ini, pemerintah menggunakan acuan HAP kedelai impor sebesar Rp12.000 per kg. Sementara itu, untuk kedelai lokal, HAP ditetapkan sebesar Rp10.775 per kg di tingkat produsen dan Rp11.400 per kg di tingkat konsumen.

    Meskipun harga di beberapa wilayah seperti Jawa masih berada di bawah ambang batas HAP impor, tantangan muncul di wilayah Indonesia Timur di mana rata-rata harga sudah menyentuh Rp12.097 per kg. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dinamika ini dan memperkuat mekanisme distribusi melalui Perum Bulog guna memastikan keberlangsungan usaha perajin tahu dan tempe di seluruh pelosok negeri.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Misi Kemanusiaan di HUT Ke-28 Bank Mandiri

      05-10-2026 - 12.55

      Emas Digital BRI Meledak Drastis

      05-10-2026 - 12.20

      Daftar PO Bus Paling Banyak Melanggar

      05-10-2026 - 10.55

      Harga Minyak Dunia Anjlok Drastis

      05-10-2026 - 10.20

      Pemerintah Siapkan Dana Rp31 Triliun

      05-10-2026 - 08.20

      Detik Detik Bandara Soetta Lumpuh Total

      05-10-2026 - 05.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Misi Kemanusiaan di HUT Ke-28 Bank Mandiri
      • Emas Digital BRI Meledak Drastis
      • Daftar PO Bus Paling Banyak Melanggar
      • Harga Minyak Dunia Anjlok Drastis
      • Harga Kedelai Melonjak Tajam

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.