Faktual.news – Tren investasi digital di Indonesia terus menunjukkan geliat yang luar biasa, terutama pada instrumen emas. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan pencapaian fenomenal dalam pengembangan layanan investasi emas digitalnya. Berdasarkan data terbaru, jumlah pengguna Rekening Emas melalui aplikasi BRImo melonjak tajam hingga mencapai angka 3.046.699 rekening aktif.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat masif, yakni mencapai 1.004 persen jika dibandingkan dengan periode September 2025 yang baru menyentuh angka 276 ribu rekening. Lonjakan fantastis ini tidak lepas dari strategi inovasi digital yang diterapkan BRI, terutama melalui peluncuran fitur "Open Bundling Emas".

Fitur ini dirancang untuk memberikan pengalaman transaksi yang mulus. Dengan adanya fitur ini, nasabah tidak perlu keluar dari alur transaksi yang sedang dilakukan untuk membuka rekening emas. Cukup dengan satu pilihan (toggle) di dalam aplikasi BRImo, nasabah dapat langsung memiliki rekening emas secara instan saat sedang melakukan transfer atau transaksi lainnya.
Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, mengungkapkan bahwa kemudahan akses menjadi kunci utama di balik ledakan pertumbuhan ini. Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BRI bukan sekadar tentang menambah fitur, melainkan bagaimana teknologi mampu menyederhanakan kebutuhan finansial nasabah.
"Melalui Open Bundling Emas, kami menghadirkan akses investasi langsung dalam alur transaksi di super app BRImo. Hal ini membuat proses pembukaan rekening menjadi jauh lebih praktis dan terintegrasi," ujar Saladin.
Selain kemudahan pembukaan rekening, ekosistem emas di BRImo juga menawarkan berbagai layanan lengkap yang sangat terjangkau. Nasabah dapat memulai investasi emas dengan nominal sangat kecil, yakni mulai dari Rp10.000 atau setara 0,1 gram dengan harga yang mengikuti pasar secara real-time.
BRI juga menyediakan fitur Cicil Emas dengan minimum pembelian 0,5 gram, uang muka (DP) mulai 15%, serta pilihan tenor yang fleksibel mulai dari 3 hingga 36 bulan. Tak hanya itu, fitur Transfer Emas antar-rekening juga tersedia dengan batas minimal 0,01 gram secara real-time tanpa dikenakan biaya tambahan.
Dampak dari kemudahan ini terlihat jelas pada volume transaksi. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, total volume penjualan produk emas BRI menyentuh Rp5,13 triliun, tumbuh 217,42 persen secara tahunan. Frekuensi transaksi pun melonjak hingga 9,01 juta transaksi, naik 658,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Rinciannya, fitur Beli Emas mencatatkan volume Rp757,42 miliar dengan 6,09 juta transaksi. Fitur Top Up Emas menyumbang Rp2,23 triliun, sementara fitur Jual Emas mencapai Rp1,82 triliun. Bahkan, fitur Cicil Emas mengalami akselerasi luar biasa dengan kenaikan pengajuan mencapai 1.530,67 persen.
Saladin optimistis bahwa investasi emas akan semakin relevan dengan gaya hidup masyarakat. Ia menegaskan bahwa BRI akan terus mengembangkan layanan yang dekat dengan keseharian nasabah agar investasi dapat dilakukan secara terencana dan mudah oleh siapa saja.


