Faktual.news – Memasuki usia ke-28 tahun, Bank Mandiri tidak hanya merayakan pencapaian finansial dan pertumbuhan bisnisnya, tetapi juga mempertegas komitmen sosialnya kepada masyarakat luas. Melalui semangat "Tumbuh Bersama Majukan Indonesia", perbankan pelat merah ini menggelar rangkaian aksi kemanusiaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat di seluruh penjuru tanah air.
Perayaan ulang tahun kali ini difokuskan pada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dirancang untuk memberikan dampak nyata. Berbagai kegiatan sosial, mulai dari pemberian santunan kepada anak yatim piatu, distribusi paket kebutuhan pokok, hingga aksi donor darah massal, dilaksanakan secara serentak sebagai bentuk syukur atas perjalanan panjang perusahaan selama hampir tiga dekade.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengungkapkan bahwa momentum hari jadi perusahaan merupakan waktu yang tepat untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar. Menurutnya, esensi dari sebuah perayaan tidak terletak pada kemeriahan seremonial semata, melainkan pada seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan oleh mereka yang membutuhkan bantuan dalam kehidupan sehari-hari.
"Perjalanan 28 tahun ini tidak kami lalui sendirian. Seiring dengan pertumbuhan Bank Mandiri, kami ingin perkembangan tersebut juga membawa dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia melalui berbagai inisiatif TJSL Mandiri untuk Negeri," tutur Adhika dalam keterangan resminya.
Salah satu program unggulan dalam rangkaian HUT ini adalah pemberian santunan bagi 2.800 anak yatim piatu guna mendukung keberlanjutan pendidikan mereka. Selain itu, melalui program Mandiri Berbagi Kebaikan, perusahaan mendistribusikan paket sembako secara masif. Sebanyak 28 paket sembako disalurkan melalui 2.110 kantor cabang di seluruh Indonesia, dengan total mencapai 59.080 paket yang menyasar lansia, penyandang disabilitas, hingga pekerja sektor informal.
Tak berhenti di situ, Bank Mandiri juga memperkuat pilar kesehatan melalui program Mandiri Donor Darah. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan berbagai fasilitas kesehatan, aksi donor darah ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah operasional perusahaan. Program ini tidak hanya melibatkan karyawan internal, tetapi juga membuka pintu bagi nasabah dan masyarakat umum untuk berpartisipasi.
Hingga akhir tahun, Bank Mandiri menargetkan pengumpulan lebih dari 28.000 kantong darah untuk membantu ketersediaan stok darah nasional. Adhika menekankan bahwa meskipun pendonor tidak mengenal siapa penerima darahnya, bantuan tersebut memiliki nilai kemanusiaan yang sangat tinggi.
Melalui rangkaian aksi sosial ini, Bank Mandiri berharap dapat terus memperkuat ekosistem sosialnya dan memberikan kontribusi berkelanjutan bagi kemajuan bangsa, selaras dengan perannya dalam mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.


