Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sisi Gelap Investasi AI di Amerika Serikat

    06-10-2026 - 14.55

    Ribuan Aset Murah BRI Siap Dilelang

    06-10-2026 - 14.20

    Nasib Perajin Tahu Tempe di Ujung Tanduk

    06-10-2026 - 12.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Sisi Gelap Investasi AI di Amerika Serikat
    • Ribuan Aset Murah BRI Siap Dilelang
    • Nasib Perajin Tahu Tempe di Ujung Tanduk
    • Strategi Baru Danantara Rampingkan BUMN
    • Harga Minyak Dunia Melorot ke US$100
    • Siswa Jadi Pelayan Makan Bergizi Gratis
    • Dua Sosok Kuat Calon Anggota BPK Baru
    • Strategi Rp31 Triliun Jaga Ekonomi Nasional
    Faktual News
    Home - Market - Nasib Perajin Tahu Tempe di Ujung Tanduk
    Market

    Nasib Perajin Tahu Tempe di Ujung Tanduk

    06-10-2026 - 12.5503 Mins Read0
    nasib perajin tahu tempe di ujung tanduk

    Faktual.news – Pemerintah kini tengah mengkaji langkah darurat untuk menyelamatkan industri rumah tangga tahu dan tempe yang tengah terhimpit badai kenaikan harga bahan baku. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk kembali membuka keran subsidi kedelai guna meringankan beban para perajin yang kian berat.

    Langkah ini diambil menyusul melonjaknya harga kedelai di pasar. Berdasarkan data terbaru dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga kedelai saat ini telah menyentuh angka Rp13.200 per kilogram. Angka ini menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan harga sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp12.000 per kilogram.

    Nasib Perajin Tahu Tempe di Ujung Tanduk
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Mendag Budi Santoso mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan. "Kami sudah berkomunikasi dengan Kemenko Pangan. Rapat koordinasi akan segera diadakan untuk membahas langkah konkretnya. Kami menunggu arahan pimpinan, apakah skema subsidi akan kembali diterapkan seperti sebelumnya," ujar Budi saat memberikan keterangan di Jakarta Pusat, Selasa (6/10).

    Menurut Budi, fluktuasi harga kedelai ini tidak lepas dari dinamika perdagangan global, termasuk pengaruh pergerakan harga minyak dunia. Meski demikian, pemerintah berkomitmen untuk mencari solusi agar harga produk olahan seperti tahu dan tempe tetap terjangkau oleh masyarakat luas. Keputusan mengenai bentuk intervensi pemerintah ini nantinya akan diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin oleh Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

    Kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang cukup mengkhawatirkan bagi para produsen lokal. Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) melaporkan bahwa beban perajin tidak hanya datang dari harga kedelai, melainkan juga dari berbagai komponen biaya produksi lainnya yang ikut meroket.

    Wakil Ketua Umum Gakoptindo, Kusnoto, memaparkan bahwa selain harga kedelai impor yang melonjak, biaya kemasan plastik pun mengalami kenaikan tajam, dari kisaran Rp20 ribu-Rp25 ribu per kg menjadi Rp35 ribu-Rp45 ribu per kg. Belum lagi kenaikan harga minyak goreng, biaya logistik, hingga fluktuasi nilai tukar dolar AS yang menekan daya beli dan biaya operasional.

    Akibat tekanan biaya yang masif, para perajin terpaksa melakukan strategi bertahan hidup dengan cara mengecilkan ukuran produk. Sebagai contoh, tempe yang biasanya dipotong menjadi enam bagian, kini harus diiris menjadi tujuh bagian agar tetap bisa dijual dengan harga Rp10.000 per batang.

    "Jika harga terus merangkak naik, perajin dengan modal kuat mungkin masih bisa bertahan, namun bagi perajin kecil, risikonya adalah gulung tikar," tutur Kusnoto.

    Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi kedelai dalam negeri melalui bantuan benih di lahan seluas 50 ribu hektare. Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga terus memantau pasokan melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga agar harga tetap terkendali di tingkat konsumen.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Sisi Gelap Investasi AI di Amerika Serikat

      06-10-2026 - 14.55

      Ribuan Aset Murah BRI Siap Dilelang

      06-10-2026 - 14.20

      Strategi Baru Danantara Rampingkan BUMN

      06-10-2026 - 12.20

      Harga Minyak Dunia Melorot ke US$100

      06-10-2026 - 10.55

      Siswa Jadi Pelayan Makan Bergizi Gratis

      06-10-2026 - 10.20

      Dua Sosok Kuat Calon Anggota BPK Baru

      06-10-2026 - 08.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Sisi Gelap Investasi AI di Amerika Serikat
      • Ribuan Aset Murah BRI Siap Dilelang
      • Nasib Perajin Tahu Tempe di Ujung Tanduk
      • Strategi Baru Danantara Rampingkan BUMN
      • Harga Minyak Dunia Melorot ke US$100

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.